Lembaga Pendidikan Montessori Islam

8 Cara Melatih Empati Anak Sejak Dini, Ciptakan Anak Berkarakter

empati anak
February 17, 2025

Belajar untuk mengajarkan rasa empati anak sejak dini menjadi amat penting. Rasa empati dapat membentuk dan menjalin hubungan dengan orang-orang sekitarnya. Anda juga perlu mengajari anak dengan berbagai emosi seperti senang, terkejut, sedih, marah dan situasi lainnya. 

Empati anak bisa menjadi salah satu kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain yang perlu dilatih. Melatih empati pada anak sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter mereka menjadi individu yang peduli dan menghargai orang lain. Berikut adalah sepuluh cara untuk melatih empati anak sejak dini.

Mengapa Melatih Empati Anak Menjadi Sangat Penting? 

Melatih empati anak menjadi sangat penting sejak dini. Kemampuan anak dalam membantu membangun sosial yang sehat, pro sosial dan mampu meningkatkan toleransi terhadap perbedaan. Selain itu, empati juga bisa meningkatkan komunikasi dalam membantu menyelesaikan konflik serta kemandirian dan kepercayaan diri. 

Melatih empati anak tentu membutuhkan proses yang tidak mudah, ayah dan bunda perlu melakukan strategi secara konsisten untuk menumbuhkan kepedulian dan sensitivitas anak terhadap kepedulian dan kontribusi positif bagi masyarakat. 

8 Cara Melatih Empati Anak Sejak Dini 

Untuk membersamai pembelajaran anak, maka Anda bisa mulai dengan menerapkan kebiasaan sederhana guna meningkatkan empati anak terhadap lingkungan sosialnya. Semakin terbiasa seorang anak dalam mempelajari anak maka terbiasa juga ia dalam mengendalikan emosi.

Menjadi Contoh yang Baik

Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Sebagai orang tua, penting untuk menunjukkan empati dalam interaksi sehari-hari. Tunjukkan sikap peduli, mendengarkan dengan baik, dan merespons dengan cara yang penuh perhatian. Anak-anak akan meniru perilaku ini dan menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Pentingnya mengenalkan Allah ﷻ dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi langkah awal untuk menanamkan pendidikan anak yang benar. Bunda bisa menjelaskan mengenai kebesaran Allah ﷻ, asmaul husna dan masih banyak lagi. 

Seperti kisah ibunda Imam Syafi’i yang merupakan ibu dengan tekad dan penjagaan luar biasa untuk anaknya. Sosok Fathimah binti Ubaidillah Azdiyah seorang pendidik yang banyak memberikan contoh ahsan kepada putranya, sehingga sosok Imam Syafi’i tumbuh sebagai anak yang shalih. 

Mengajarkan Toleransi

Empati dan toleransi berjalan beriringan. Ajarkan anak-anak tentang pentingnya menghargai perbedaan dan menerima keberagaman. Jelaskan bahwa setiap orang unik dan memiliki perasaan yang sama pentingnya.

Hal Ini membantu melatih empati anak dalam mengembangkan sikap empati terhadap orang dari berbagai latar belakang.

Kenalkan pada anak bahwa islam menjunjung nilai-nilai kebaikan, toleransi dan keadilan. Anda juga bisa menceritakan kisah inspiratif seperti kisah Asma binti Abu Bakar dengan ibunya. Kisah tentang Asma yang ragu menerima hadiah dari ibunya yang saat itu belum memeluk islam. 

Kisah tentang bagaimana Rasulullah ﷺ memerintahkan Asma untuk menerima hadiah ibunya, menghormati dan berbuat baik kepadanya, sebagai bentuk toleransi.  

Mengatasi Konflik dengan Empati

Ajarkan anak-anak untuk mengatasi konflik dengan pendekatan empati. Ketika anak-anak terlibat dalam perselisihan, ajarkan mereka untuk mendengarkan perasaan orang lain dan mencari solusi yang adil. Bantu mereka memahami bahwa setiap konflik dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan saling menghargai.

Bercermin dari kisah Rasulullah ﷺ yang bijak dalam mengatasi konflik. Bunda bisa memberikan contoh bagaimana Rasulullah ﷺ dengan tenang meredakan konflik antar dua suku pada masa itu yang tengah berseteru. 

Membantu Orang Lain

Libatkan anak-anak dalam kegiatan yang melibatkan membantu orang lain. Ini bisa berupa kegiatan sukarela, membantu tetangga, atau melakukan tindakan kebaikan kecil. Mengajarkan anak-anak untuk membantu orang lain akan memperkuat rasa empati mereka dan membuat mereka lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.

Berikan contoh teladan seperti kisah Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur untuk kepentingan warga Madinah saat itu. Utsman bin Affan yang rela membeli sumur dari salah satu warga Yahudi untuk kepentingan warga yang terkena paceklik. 

Kisah ini juga mengajarkan anak untuk semangat bersedekah sebab, kebaikan sumur Ustman bin Affan masih dapat dirasakan hingga hari ini. 

Mengajarkan Emosi

Melatih empati anak juga bisa dimulai dengan mengenali dan memahami berbagai emosi. Gunakan kata-kata sederhana untuk menggambarkan perasaan seperti senang, sedih, marah, dan takut. Bantu mereka untuk mudah memahami perasaan orang lain.

Mengajarkan sejak dini untuk berlatih menahan emosi ala Rasulullah ﷺ. Seperti terus menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain, segera berwudhu dan membaca kalimat taawudz. 

Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Muslim no. 2988). 

Mempraktikkan Rasa Syukur

Mengajarkan rasa syukur juga dapat membantu melatih empati. Ajak anak-anak untuk memikirkan hal-hal yang mereka syukuri setiap hari. Ini membantu mereka menghargai apa yang mereka miliki dan menyadari bahwa orang lain mungkin tidak seberuntung mereka. Dengan begitu, anak-anak akan lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

Jangan lupa untuk memberikan contoh kepada anak mengenai kisah para sahabat terdahulu tentang nikmatnya rasa syukur. Seperti kisah Abu Qibalah yang senantiasa bersyukur dan bersabar. 

Membaca Buku Bersama

Membaca buku yang berisi cerita tentang berbagai karakter dan perasaan mereka dapat membantu anak-anak mengembangkan empati. Diskusikan dengan anak tentang perasaan karakter dalam cerita dan bagaimana mereka akan merasa jika berada dalam situasi yang sama.

Menurut Dr. John Hutton, seorang dokter anak dan peneliti di Cincinnati Children’s Hospital, membaca buku bersama anak dapat membantu mereka memahami dan mengelola emosi mereka sendiri serta mengenali emosi orang lain. Hal ini sangat penting dalam perkembangan empati.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan membacakan buku bisa meningkatkan kinerja otak dan memiliki respon yang berbeda dengan anak yang jarang dibacakan buku. 

Apresiasi Kebaikan yang Dilakukan 

Pastikan Anda juga memberikan apresiasi atas kebaikan yang dilakukan anak. Seperti yang dikutip dari hasil penelitian Dr. Laura Markham, seorang psikolog klinis dan penulis buku “Peaceful Parent, Happy Kids”. 

Ia menyatakan bahwa apresiasi yang tulus dan konkret dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Ketika anak merasa dihargai, mereka akan merasa lebih yakin dalam kemampuan mereka dan lebih berani mencoba hal-hal baru.

Misalnya, saat anak menahan pintu masuk minimarket untuk pengunjung lain yang berdiri di belakangnya. Anda bisa berkata,’Bunda lihat adek bantu beresin kamar’. Terima kasih ya sudah melakukan hal itu’. Dengan demikian, Anda menunjukkan bahwa Anda memperhatikan anak. 

Mari Belajar Empati dari Al-Qur’an 

Sifat empati tentu memiliki berkaitan dengan akhlak baik yang wajib ditanamkan pada anak sejak dini. Dalam segi emosional, anak yang memiliki empati yang baik dapat memberikan perbedaan mengenai cara menilai masalah, kehendak dan kesusahan. 

Dalam Islam, konsep empati berkaitan dengan tasamuh, atau tenggang rasa. Empati adalah sikap terpuji yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Salah satu cara menumbuhkan empati adalah melalui tolong-menolong atau bekerjasama dalam hal kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 2

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ… 

Artinya: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah: 2)

Islam juga mengajarkan umatnya untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah. Bantuan ini akan meringankan beban mereka dalam situasi sulit. Salah satu cerminan empati disebutkan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 8:

وَإِذَا حَضَرَ ٱلْقِسْمَةَ أُو۟لُوا۟ ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينُ فَٱرْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوفًا 

Artinya: ‘Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim, dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.’ (QS. An-Nisa: 8).

Maka dari itu, pentingnya menumbuhkan rasa empati pada anak sejak dini agar anak terbiasa dengan berbagai rasa syukur, cukup, menghormati orang lain dan masih banyak lagi.

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *