6 Cara Cepat Belajar Membaca Anak, yang Mudah Dicoba Orang Tua
Buibuu.. belajar membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting untuk anak. Kemampuan membaca tidak hanya membantu anak dalam bidang akademis, tetapi juga membuka pintu menuju pengetahuan yang lebih luas. Ibu harus mulai menerapkan cara cepat belajar membaca anak yang tepat agar hasil belajar bisa maksimal.
Bagi orang tua, membantu anak belajar membaca bisa menjadi tantangan, namun dengan pendekatan yang tepat, proses ini bisa menjadi menyenangkan dan efektif. Berikut adalah sepuluh cara cepat belajar membaca yang mudah dicoba oleh orang tua.
Mengapa Cara Cepat Belajar Membaca Anak Penting Untuk Proses Belajarnya?
Pada proses belajarnya, anak tentu perlu menemukan berbagai cara efektif untuk proses cara cepat belajar membaca anak untuk mempermudah masuknya ilmu yang ia dapatkan. Kedepannya, kemampuan membaca juga pasti memerlukan kemampuan untuk mengolah informasi. Berikut pentingnya proses belajar membaca anak dalam kemampuannya.
Perluas Kosakata Anak
Menurut penelitian, anak-anak yang membaca selama 20 menit setiap hari akan mempelajari sekitar 1,8 juta kata setiap tahunnya. Dengan demikian, pemahaman anak terhadap berbagai kosakata, baik dalam konteks sederhana maupun kompleks, menjadi lebih mendalam. Ke depan, kemampuan literasi mereka akan semakin terasah.
Bagi anak-anak yang belum bisa membaca, orang tua dapat membacakan cerita dengan suara yang menarik dan intonasi yang sesuai. Semakin sering membaca anak akan familiar dengan kata dan bunyi huruf.
Menyerap Inti dari Sebuah Cerita
Sebuah cerita anak-anak yang mengandung pesan moral juga memberikan gambaran pada anak untuk memahami emosi dan perasaan mereka. Anak-anak yang mengolah kedepannya melalui bacaan akan mendapatkan pengalaman yang tidak biasa.
Dengan membaca buku anak-anak justru bisa mengenal berbagai informasi dan dapat berdiskusi lebih lanjut. Kemampuan ini diperlukan untuk anak yang sering membaca.
Menciptakan Bonding Time dengan Anak
Membacakan cerita untuk anak adalah kesempatan yang tepat untuk membangun momen bersama. Anda bisa bersenang-senang dengan anak, bacakan cerita dengan suara lantang, gunakan ekspresi wajah yang lucu, dan intonasi yang menarik.
Misalnya, Anda bisa menirukan ekspresi wajah karakter dalam cerita, atau melontarkan hal lucu dengan intonasi yang tepat. Dengan cara ini, anak akan memahami bahwa kata-kata dapat menyampaikan berbagai emosi.
Saat menunjukkan bahwa Anda menikmati membacakan cerita untuk anak, Anda juga membantu anak-anak menumbuhkan rasa cinta membaca.
Selektif Memilih Informasi Saat Dewasa
Dengan membangun kebiasaan membaca, anak-anak akan terlatih untuk berpikir kritis sejak dini dalam memahami konteks cerita. Kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan salah pun akan menjadi lebih mudah di kemudian hari, dimulai dari pemahaman konteks bacaan mereka.
Kini, informasi di dunia maya semakin meluas, dan tidak menutup kemungkinan bahwa informasi-informasi palsu juga akan semakin banyak.
Oleh karena itu, penting untuk melatih kemampuan anak dalam bersikap kritis dalam mengolah cerita bisa didapatkan dari kebiasaan menemukan cara cepat belajar membaca anak yang sesuai.
3 Tahapan Belajar Membaca Anak
Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga perlu memiliki kemampuan untuk membaca sesuai dengan usia dan kemampuannya. Misalnya dalam masa usia pra sekolah dan sekolah tentu kemampuan membaca sangat berbeda setiap tahapannya.
Seorang ahli psikologi menjelaskan bahwa anak yang sudah dikenalkan dengan dunia literasi akan memiliki tahapan karakteristik dalam kemampuan belajar membaca. Diantaranya:
Pra-Membaca (6 bulan – 6 tahun)
Tahap pertama ini disebut pra-membaca, karena kemampuan dasar membaca anak masih dalam tahap pembelajaran. Oleh karena itu, anak dikatakan masih ‘berpura-pura’ membaca saat ia membuka-buka buku. Namun, setelah dibacakan buku cerita oleh orang lain, anak mulai mengenal kata, huruf, dan simbol yang ada dalam bacaan. Ia juga bisa menceritakan ulang cerita yang telah didengarnya.
Membaca Awal & Dekoding (6-7 tahun)
Pada tahap ini, anak sudah mulai membaca sebenarnya, karena mereka dapat mengenali hubungan antara huruf dan bunyinya (fonologi) dan juga bisa membaca teks singkat yang mengandung kata-kata sederhana. Di akhir tahap ini, anak biasanya sudah memahami sekitar 4.000 kata yang didengarnya dan 600 kata yang dibacanya.
Konfirmasi & Kefasihan (7-8 tahun)
Pada tahap ketiga ini, kemampuan membaca mandiri anak sudah semakin fasih dan mereka dapat memahami konteks cerita lebih dalam. Selain itu, anak juga mulai bisa mengaitkan apa yang mereka baca dengan apa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
6 Cara Cepat Belajar Membaca Anak yang Menyenangkan
Nah, bunda setelah mengetahui apa pentingnya mulai mempelajari cara cepat belajar membaca anak yang tepat, maka berikut langkah mudah 7 cara cepat belajar membaca anak yang menyenangkan dan bisa Anda coba praktekkan di rumah.
Membacakan Buku Secara Rutin
Salah satu cara terbaik untuk memperkenalkan anak pada dunia membaca adalah dengan membacakan buku secara rutin.
Menurut Dr. Pamela High, seorang pediatrik dan Ketua Komite Pendidikan untuk Masyarakat di American Academy of Pediatrics (AAP), membacakan buku kepada anak-anak membantu mengembangkan keterampilan bahasa dan literasi mereka.
Kegiatan ini memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan mendengarkan, dan membantu mereka memahami struktur bahasa.
Pilihlah buku-buku yang sesuai dengan usia anak dan memiliki gambar menarik. Membacakan buku tidak hanya membantu anak mengenal kata-kata dan cerita, tetapi juga mengembangkan imajinasi mereka.
Rekomendasi buku yang bisa dibacakan pada anak seperti Kisah Islami Penuh Hikmah, Kumpulan Cerita Islami Pengantar Tidur dan masih banyak lagi.
Menggunakan Buku Bergambar
Buku bergambar adalah alat yang efektif untuk membantu anak belajar membaca. Gambar-gambar menarik pada buku membantu anak memahami konteks cerita dan mengaitkan kata-kata dengan gambar. Hal ini dapat mempermudah anak dalam mengenali kata-kata baru.
Menurut Dr. Susan B. Neuman, Profesor Pendidikan Anak Usia Dini di New York University menjelaskan bahwa membantu anak mengenali kata dengan gambar akan sangat efektif dan menambah keterampilan.
Sebagai contoh, buku bergambar seperti “The Very Hungry Caterpillar” oleh Eric Carle memiliki ilustrasi yang menarik dan cerita yang sederhana, sehingga menarik minat anak untuk membaca.
Bermain dengan Kartu Kata
Kartu kata adalah alat pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Orang tua bisa membuat atau membeli kartu kata dengan gambar dan kata-kata sederhana.
Hal ini juga dibuktikan oleh Dr. Jerome Singer, Profesor Psikologi di Yale University. Ia mengungkapkan bahwa kartu kata merangsang imajinasi anak-anak dan membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
Ajak anak bermain dengan kartu kata, seperti mencocokkan gambar dengan kata, atau bermain tebak kata. Aktivitas ini membantu anak mengenali dan mengingat kata-kata dengan lebih baik. Misalnya dalam memasangkan huruf dengan kata-kata yang sederhana. Contohnya, kartu dengan huruf “B,” “O,” “L,” “A” dapat digunakan untuk membentuk kata “BOLA.
Membuat Label di Rumah
Orang tua bisa membuat label kata-kata untuk benda-benda di rumah, seperti meja, kursi, pintu, dan jendela.
Menurut sebuah penelitian dari pakar Ilmu Saraf University of Washington, Dr. Kuhl menyatakan bahwa penggunaan label di rumah dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa mereka dengan lebih cepat.
Tempelkan label pada benda-benda tersebut dan ajak anak untuk membacanya setiap kali mereka melihatnya. Cara ini membantu anak mengenali kata-kata dalam konteks yang nyata dan sehari-hari.
Menggunakan Aplikasi Pembelajaran
Terdapat banyak aplikasi pembelajaran yang dirancang khusus untuk membantu anak belajar membaca. Aplikasi ini sering kali menyajikan permainan, cerita interaktif, dan aktivitas yang menarik.
Pilihlah aplikasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Teknologi ini dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pembelajaran anak di rumah.
Terdapat berbagai aplikasi yang telah terverifikasi di Indonesia yang bisa Anda bacakan pada anak. Misalnya, Kisah 15 Nabi (KABI) oleh Educa Studio, Buku Cerita Dongeng Anak Indonesia oleh Mumtaza Studio dan masih banyak lagi.
Membaca dengan Suara Nyaring
Saat membacakan buku untuk anak, cobalah membaca dengan suara nyaring. Orang tua bisa menekankan kata-kata tertentu, mengubah intonasi, dan menggunakan ekspresi wajah.
Metode ini diperkenalkan oleh Jim Trelease dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Dimana membaca dengan Read Aloud bisa mengajarkan anak membaca secara aktif dan menyenangkan.
Hal ini membantu anak memahami emosi dan makna di balik kata-kata, serta membuat aktivitas membaca lebih menyenangkan.
Itulah informasi seputar cara cepat belajar membaca anak, manfaat dan pentingnya mulai mengenalkan dunia literasi pada anak. Jangan sampai, bunda melewatkan masa emas belajar si kecil.

