Lembaga Pendidikan Montessori Islam

7 Dampak Bullying pada Anak yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

bullying pada anak
February 18, 2025

Bullying pada anak merupakan masalah serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang pada anak-anak. Bentuk bullying yang terjadi di sekolah atau lingkungan sosial anak bisa berupa fisik, verbal, atau bahkan melalui media sosial (cyberbullying). 

Orang tua perlu memahami dampak-dampak negatif dari bullying untuk dapat memberikan dukungan yang tepat bagi anak-anak mereka. Berikut adalah tujuh dampak bullying pada anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

Apa Itu Bullying pada Anak? 

Lalu apa yang dimaksud dengan bullying? Menurut psikologi Andrew Mellor perundungan merupakan pengalaman di mana seseorang merasa dirugikan oleh tindakan orang lain dan ketakutan akan terulangnya perilaku buruk tersebut. 

Sayangnya, korban merasa tidak mampu untuk menghentikannya. Bullying tidak terlepas dari adanya ketidaksetaraan kekuatan antara korban dan pelaku serta diikuti oleh pola perilaku yang berulang.

Komisi Perlindungan Anak atau KPAI setidaknya menerima 26 ribu kasus bullying pada anak sejak tahun 2011 hingga 2017. Perundungan ini menjadi pokok permasalahan yang cukup krusial karena permasalahan ini masih ditemukan beberapa hari ini. 

Misalnya, kurun waktu satu tahun ini ada sejumlah kasus bullying yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang melibatkan kekerasan, pengeroyokan dan sebagainya. Maka dari itu orang tua perlu memberikan perhatian khusus kepada anak dan interaksi sosialnya selama di luar rumah untuk mengurangi potensi bullying di sekolah. 

Jenis-jenis Bullying pada Anak  

Ada berbagai macam jenis bullying yang melibatkan kontak fisik pelaku pada korban. Perilaku seperti memukul, menendang, meludahi, mendorong, mencekik dan melakukan aktivitas fisik tertentu. Berikut beberapa jenis bullying pada anak: 

Perundungan Fisik 

Jenis bullying yang melibatkan kontak fisik antara pelaku dan korban, seperti memukul, menendang, meludahi, mendorong, mencekik, melukai dengan benda, memaksa korban melakukan aktivitas fisik tertentu, menjambak, merusak benda milik korban, dan lain-lain. Perundungan fisik merupakan jenis yang paling terlihat. 

Perundungan Verbal 

Bullying yang melibatkan bahasa verbal dengan tujuan menyakiti perasaan seseorang. Tindakan yang termasuk dalam perundungan ini antara lain: mengejek, memberikan julukan yang tidak pantas, memfitnah, membuat pernyataan seksual yang melecehkan, meneror, dan lain sebagainya. Kasus perundungan verbal merupakan jenis perundungan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, namun sering kali tidak disadari.

Perundungan Sosial 

Jenis perundungan ini bertujuan untuk menolak dan memutuskan hubungan sosial korban dengan orang lain, termasuk sistematis dalam merendahkan harga diri korban melalui pengabaian, pengucilan, atau penghindaran. Contoh perundungan sosial antara lain: menyebarkan rumor, mempermalukan seseorang di depan umum, menghasut orang lain untuk menjauhi seseorang, menertawakan, merusak reputasi seseorang, menggunakan bahasa tubuh yang merendahkan. 

Cyber Bullying 

Bentuk bullying yang dilakukan melalui media elektronik seperti komputer, ponsel, internet, situs web, ruang obrolan, e-mail, SMS, dan lainnya. Tindakan ini meliputi penggunaan tulisan, gambar, dan video dengan tujuan untuk mengintimidasi, menakuti, dan menyakiti korban.

7 Dampak Bullying pada Anak 

Sayangnya, bullying pada anak ini memiliki sejumlah dampak yang buruk pada perkembangan anak. Anak juga bisa terkena bullying bisa menjadi pendiam, murung, kehilangan kepercayaan diri dan mendapatkan perlakuan buruk secara fisik kepada anak. 

Penurunan Prestasi Akademis

Anak yang mengalami bullying cenderung mengalami penurunan dalam prestasi akademiknya. Stres dan kecemasan yang diakibatkan oleh bullying dapat mengganggu konsentrasi anak saat belajar, menyebabkan kesulitan dalam menyerap materi pelajaran, dan mengakibatkan nilai yang menurun. Anak yang merasa tidak aman di sekolah mungkin juga cenderung menghindari sekolah, yang semakin memperburuk prestasi akademis mereka.

Gangguan Kesehatan Mental

Bullying dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada anak, seperti depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri. Anak yang terus-menerus diintimidasi dapat merasa tidak berharga dan tidak dicintai, yang bisa berdampak serius pada perkembangan emosional mereka. Dalam beberapa kasus, anak-anak yang mengalami bullying berisiko mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Perubahan Perilaku

Anak yang menjadi korban bullying seringkali menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Mereka mungkin menjadi lebih pendiam, menarik diri dari pergaulan, atau menunjukkan sikap yang lebih agresif dan mudah marah. Perubahan perilaku ini adalah cara anak-anak mengatasi perasaan tertekan dan tidak aman yang disebabkan oleh bullying.

Masalah Kesehatan Fisik

Bullying tidak hanya berdampak pada kesehatan mental anak, tetapi juga kesehatan fisik. Stres kronis yang diakibatkan oleh bullying dapat menyebabkan masalah tidur, sakit kepala, sakit perut, dan gangguan makan. Beberapa anak mungkin mengalami penurunan nafsu makan, sementara yang lain mungkin makan berlebihan sebagai bentuk pelarian.

Isolasi Sosial

Anak yang di-bully sering merasa terisolasi secara sosial. Mereka mungkin merasa sulit untuk mempercayai orang lain, termasuk teman sebaya dan orang dewasa. Isolasi sosial ini dapat menghambat kemampuan anak untuk membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung. Anak-anak yang terisolasi mungkin juga merasa kesepian dan terpinggirkan, yang dapat memperburuk kondisi mental mereka.

Resiko Perilaku Berbahaya

Bullying dapat meningkatkan risiko anak terlibat dalam perilaku berbahaya, seperti merokok, penyalahgunaan alkohol, atau penggunaan narkoba. Anak-anak mungkin mencari pelarian dari rasa sakit emosional yang mereka rasakan melalui tindakan-tindakan berbahaya ini. Selain itu, beberapa anak yang mengalami bullying mungkin berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri sebagai jalan keluar dari penderitaan mereka.

Dampak Jangka Panjang

Dampak bullying tidak selalu berhenti saat anak-anak meninggalkan lingkungan sekolah. Pengalaman bullying dapat meninggalkan bekas yang mendalam dan berkepanjangan dalam kehidupan seseorang. Anak-anak yang pernah mengalami bullying mungkin membawa perasaan

Langkah Mencegah Bullying Pada Anak 

Nah, untuk mengatasi bullying pada anak perlu adanya berbagai pendekatan. Bunda dan ayah harus perlahan mencegah perundungan di lingkungan Anda. Mulai dengan tindakan awal seperti cara berikut: 

Meminta Perlindungan Allah ﷻ

Bunda, ajarkan anak untuk berdoa dan berdzikir kepada Allah ﷻ. Meminta perlindungan kepada Allah ﷻ merupakan bagian dari pengharapan kita sebagai hamba. Seperti dalam Q.S Al-Baqarah:186. 

Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah SWT, mohonlah kepada Allah SWT agar keinginan terpenuhi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku). 

Salah satu doa untuk meminta perlindungan yang bisa kepada Allah ﷻ yang dinukilkan dari hadist Rasulullah ﷻ.  

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ”

Artinya:

“Rasulullah ﷺ apabila keluar dari rumahnya, beliau mengucapkan: ‘Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, dan dari berbuat bodoh atau dibodohi.'” (HR. Abu Dawud No. 5094)

Mengajarkan Rasa Empati pada Anak 

Rumah adalah tempat pertama di mana anak-anak belajar nilai-nilai dan perilaku. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk sikap anak terhadap orang lain. Dengan menunjukkan sikap yang menghargai, berempati, dan sopan terhadap orang lain serta memperlakukan sesama dengan baik di rumah. 

Diskusi terbuka mengenai topik-topik seperti empati, toleransi, dan pentingnya bersikap baik terhadap orang lain dapat membantu anak memahami pentingnya sikap positif dalam interaksi sosial mereka.

Peka dengan Terjadi Bullying pada Anak 

Penting bagi orang tua dan guru untuk mengenali tanda-tanda yang dapat menunjukkan adanya bullying. Ini termasuk perubahan perilaku atau suasana hati anak, penurunan minat terhadap sekolah, serta keengganan untuk berinteraksi dengan teman sebaya.

Dengan mengenali tanda-tanda ini, orang tua dan guru dapat lebih cepat mengidentifikasi dan menangani kasus bullying sebelum menjadi lebih serius.

Tanamkan Kebiasaan yang Baik 

Orang tua memiliki peran krusial dalam membentuk pola pikir anak tentang bagaimana memperlakukan orang lain. Mengajarkan nilai-nilai seperti empati, penghargaan, dan toleransi akan membantu anak-anak memahami pentingnya bersikap baik terhadap sesama.

Diskusi terbuka mengenai pengalaman di sekolah dan cara merespons situasi yang mungkin terjadi juga dapat membantu anak-anak mengembangkan sikap positif terhadap bullying.

Menghadapi Intimidasi yang Bijak 

Anak-anak perlu diberitahu bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman di sekolah dan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi intimidasi. Dorong anak untuk berbicara kepada orang dewasa yang mereka percaya jika mereka mengalami atau menyaksikan bullying. Ajarkan mereka cara yang aman untuk menghadapi situasi tersebut. 

Mengetahui Kebijakan Sekolah 

Penting bagi orang tua untuk memahami kebijakan sekolah mengenai bullying, termasuk cara melaporkan insiden dan langkah-langkah penyelesaiannya.Dengan mengetahui prosedur yang telah ditetapkan oleh sekolah, orang tua akan lebih percaya diri dalam melaporkan kasus bullying dan meminta bantuan dari pihak sekolah untuk menangani masalah. 

Laporkan Bullying ke Pihak Sekolah 

Melaporkan kasus bullying adalah langkah penting dalam mencegah penyebaran dan perburukan situasi yang merugikan. Ketika terjadi bullying, baik sebagai korban maupun saksi, penting untuk segera melaporkannya kepada pihak sekolah atau otoritas yang berwenang.

Laporan harus dilakukan segera dan secara tepat, mencakup detail kejadian yang lengkap dan akurat. Setelah dilaporkan, sekolah harus menanggapi dengan serius dan mengambil tegas. 

yang diperlukan untuk menangani situasi tersebut, termasuk penyelidikan, intervensi, dan tindakan disiplin yang sesuai terhadap pelaku

Dengan adanya aturan yang konsisten serta mampu bekerjasama dengan pihak sekolah, maka orang tua dan anak bisa bekerjasama untuk mencegah bullying pada anak yang sesuai. 

Nah, bunda itulah sejumlah cara dan pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi penyebab bullying pada anak. Jangan lupa, libatkan Allah ﷻ dalam merawat dan membesarkan anak. 

Reference: 

  • Halodoc Waspada Ini Dampak Bullying pada Kesehatan Mental Anak 
  • Hallosehat 7 Dampak Bullying di Sekolah bagi Korban dan Pelaku 
  • Nurul Hidayati (2012) Bullying pada Anak: Analisis dan Alternatif Solusi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik INSAN Vol.14 No 01, April 2012
  • Referensi hadist: 

1. HR. Abu Dawud No. 5094

2. HR. At-Tirmidzi No. 3427

3. HR. An-Nasa’i dalam Al-Kubra No. 9930

4. HR. Ibnu Majah No. 3884

5. Disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud dan Shahih At-Tirmidzi.

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *