Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Waktu Terbaik Belajar Al-Qur’an Bagi Anak, Bunda Ternyata Ini Jam Terbaik untuk Kognitif Anak

waktu terbaik belajar Al-Qur'an
August 9, 2025

Ayah dan Bunda, mendidik anak agar akrab dengan Al-Qur’an adalah dambaan kita semua. Namun, seringkali kita bingung kapan waktu yang paling efektif untuk mengajak si kecil belajar mengaji. 

Apakah pagi hari, siang, atau malam? Tahukah Anda, ternyata ada waktu terbaik belajar Al-Qur’an bagi anak yang sangat berpengaruh terhadap penyerapan informasi dan daya ingat mereka? Hal ini berkaitan erat dengan kondisi kognitif anak yang paling optimal. Memahami waktu terbaik ini akan membantu kita memaksimalkan proses pembelajaran mereka.

Artikel ini hadir untuk mengupas tuntas waktu terbaik yang secara kognitif paling cocok bagi anak untuk belajar Al-Qur’an. Kita akan membahas mengapa pagi hari, terutama setelah bangun tidur dan sebelum mereka disibukkan dengan aktivitas lain, menjadi momen emas untuk menanamkan pelajaran agama. 

Diharapkan dengan informasi ini, Ayah dan Bunda dapat merancang jadwal mengaji yang efektif, sehingga si kecil dapat belajar dengan lebih fokus dan menyenangkan. Yuk, simak ulasan selengkapnya! 

Waktu Terbaik Belajar Al‑Qur’an Menurut Penelitian

Sejumlah penelitian kognitif menyebutkan bahwa waktu tertentu dalam sehari mampu memperkuat daya ingat dan fokus anak. Berikut titik-titik waktu yang ideal:

Waktu yang sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an adalah saat fajar. Kondisi ini sangat mendukung untuk membaca Al-Qur’an lebih khusyuk dan nyaman. Namun, tentu saja hal ini tidak mudah diaplikasikan pada anak-anak ya Bun, pagi hari mulai pukul 07.00 pagi sudah cukup ideal untuk belajar membaca Al-Qur’an. 

Allah menegaskan keutamaan waktu fajar dalam Surah Al-Isra’ ayat 78. Membaca Al-Qur’an di waktu ini bukan hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. 

Dibandingkan dengan siang hari yang penuh kesibukan, waktu fajar memberikan ruang yang lebih luas untuk fokus dan refleksi. Maka, sangat dianjurkan bagi orang tua untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an di waktu ini agar mendapatkan manfaat spiritual dan mental yang maksimal.

Pembagian waktu dalam sehari yang memudahkan aktivitas belajar dan membaca Al-Qur’an bagi anak juga sudah diklasifikasikan berdasarkan sejumlah waktu Bun. Misalnya, bisa dimulai dari pukul 06.00 hingga 18.00 sore. 

Jam 06.00 – 09.00: Tahap Otak Paling Segar (Green Stage)

Waktu terbaik belajar Al-Qur’an Pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00, otak manusia berada dalam kondisi paling segar. Tahap ini disebut sebagai “Green Stage”. Di waktu ini, tubuh dan pikiran baru saja bangun dari istirahat malam, sehingga sangat siap untuk menerima informasi baru. 

Bagi orang tua yang ingin membimbing anak-anak dalam belajar atau membaca Al-Qur’an, waktu ini sangat ideal karena daya serap otak sedang optimal.

Menggunakan waktu ini untuk membaca Al-Qur’an atau berdiskusi tentang nilai-nilai keislaman bersama keluarga akan lebih efektif. Anak-anak pun cenderung lebih fokus dan mudah memahami materi yang disampaikan. 

Maka, memanfaatkan pagi hari untuk kegiatan spiritual dan edukatif adalah langkah bijak yang bisa diterapkan dalam rutinitas keluarga.

Jam 09.00 – 12.00: Tahap Otak Mulai Jenuh (Yellow Stage)

Mulai pukul 09.00 hingga 12.00, otak mulai mengalami kejenuhan. Waktu terbaik belajar Al-Qur’an pada tahap ini disebut sebagai “Yellow Stage”. Meskipun tubuh masih aktif, kemampuan otak untuk menyerap informasi mulai menurun. Jika dipaksakan untuk belajar atau membaca dalam waktu ini, hasilnya mungkin tidak seoptimal pagi hari.

Bagi orang tua, penting untuk memahami bahwa anak-anak atau bahkan diri sendiri mungkin mulai merasa lelah atau kurang fokus di jam-jam ini. Maka, alangkah baiknya jika waktu ini digunakan untuk aktivitas ringan seperti berdiskusi santai, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau istirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya.

Jam 15.00 – 18.00: Tahap Otak Netral dan Bersiap Istirahat (White Stage)

Pada sore hari, antara pukul 15.00 hingga 18.00, otak berada dalam kondisi netral. Tahap ini disebut “White Stage”. Waktu terbaik belajar Al-Qur’an pada jam tersebut, otak tidak terlalu aktif, tetapi juga belum sepenuhnya lelah. Ini adalah masa transisi menuju waktu istirahat, sehingga cocok untuk kegiatan yang tidak terlalu berat.

Orang tua bisa memanfaatkan waktu ini untuk membaca Al-Qur’an bersama anak-anak dengan pendekatan yang lebih santai. 

Bisa juga digunakan untuk refleksi harian, seperti merenungkan ayat-ayat yang telah dibaca sebelumnya. Dengan suasana sore yang tenang, kegiatan spiritual bisa menjadi penutup hari yang menenangkan dan penuh makna.

5 Cara Memaksimalkan Belajar Al‑Qur’an di Pagi Hari

Nah, jika Bunda memilih waktu di pagi hari, maka ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan mood anak di pagi hari saat belajar membaca Al-Qur’an. 

Kondisi tubuh dan pikiran yang masih segar setelah istirahat malam membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Agar kegiatan mengaji di pagi hari berjalan lancar dan menyenangkan, orang tua dapat menerapkan lima strategi berikut.

1. Jadwalkan Mengaji Setelah Sarapan

Waktu terbaik belajar Al-Qur’an untuk anak mulai mengaji adalah setelah sarapan, sekitar pukul 07.30 hingga 09.00. Pada jam-jam ini, tubuh anak sudah mendapatkan energi dari makanan dan otaknya berada dalam kondisi aktif. 

Mengaji dalam keadaan lapar atau belum sepenuhnya bangun bisa membuat anak kurang fokus dan mudah merasa cemas. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan anak sudah sarapan sebelum memulai sesi belajar.

Selain itu, suasana pagi yang masih tenang sangat mendukung proses belajar yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Dengan jadwal yang konsisten dan mampu menentukan waktu terbaik belajar Al-Qur’an anak akan terbiasa mengaitkan waktu pagi dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an. 

Rutinitas ini juga membantu membentuk kebiasaan spiritual yang kuat sejak dini, yang akan berdampak baik bagi perkembangan karakter anak.

2. Diskusi Singkat Tentang Manfaat dan Hikmah

Sebelum anak mulai membaca Al-Qur’an, ajaklah ia berdialog ringan mengenai ayat yang akan dipelajari. Orang tua bisa menceritakan secara singkat kisah nabi yang berkaitan dengan surat tersebut atau menjelaskan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. 

Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga sumber pelajaran hidup yang relevan dengan kesehariannya.

Diskusi singkat ini juga memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua. Anak merasa dihargai karena diajak berpikir dan berdialog, bukan hanya diperintah untuk membaca. Waktu terbaik belajar Al-Qur’an dengan memahami konteks ayat, anak akan lebih mudah mengingat dan menghayati isi Al-Qur’an, sehingga proses mengaji menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

3. Bagi Bacaan Menjadi Bagian Kecil yang Konsisten

Daripada meminta anak membaca banyak ayat sekaligus, lebih baik bagi bacaan menjadi bagian kecil yang konsisten. Misalnya, cukup satu ayat atau satu surat pendek setiap sesi. Waktu terbaik belajar Al-Qur’an tidak menjadi satu-satunya, Anda perlu menemukan metode ini lebih efektif karena otak anak lebih mudah menyerap informasi dalam porsi kecil. 

Selain itu, pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan berulang akan memperkuat daya ingat anak.

Pendekatan ini sesuai dengan prinsip “testing effect” dalam psikologi pendidikan, yaitu ketika seseorang mengulang dan menguji pemahaman secara berkala, memori akan semakin kuat. 

Dengan membiasakan anak menyelesaikan bacaan kecil namun rutin, orang tua membantu membentuk kebiasaan belajar yang sehat dan berkelanjutan. Anak pun merasa lebih percaya diri karena mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

4. Melibatkan Gerakan Fisik Ringan

Sebelum mulai mengaji, ajak anak melakukan gerakan fisik ringan seperti peregangan atau berjalan sebentar di dalam rumah. Aktivitas ini membantu melancarkan aliran darah ke otak, sehingga anak lebih siap untuk fokus dan berkonsentrasi. Studi tentang pembelajaran berbasis gerakan menunjukkan bahwa aktivitas fisik singkat dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan memperkuat perhatian.

Tidak hanya menentukan waktu terbaik belajar Al-Qur’an, Anda juga perlu tahu anak perlu gerakan ringan juga berfungsi sebagai transisi dari aktivitas sebelumnya menuju sesi mengaji. Anak yang baru saja bermain atau bangun tidur akan lebih mudah menyesuaikan diri jika diberi waktu untuk bergerak terlebih dahulu. 

Orang tua bisa menjadikan momen ini sebagai bagian dari rutinitas, sehingga anak merasa bahwa mengaji adalah kegiatan yang menyenangkan dan tidak membebani.

5. Mengingatkan Anak Untuk Selalu Berdoa 

Setelah sesi mengaji selesai, tutuplah dengan doa singkat bersama anak. Doa ini bisa berupa ungkapan syukur atas kesempatan belajar hari itu atau permohonan agar ilmu yang dipelajari bermanfaat. 

Selain itu, berikan pujian atas usaha anak, baik dalam membaca maupun dalam memahami isi Al-Qur’an. Penutup yang positif seperti ini membantu anak membentuk keterikatan emosional terhadap kegiatan mengaji. 

Ia akan mengingat bahwa mengaji bukan hanya kewajiban, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan dan penuh kasih sayang. Dengan pendekatan ini, orang tua turut membangun fondasi spiritual dan emosional yang kuat dalam diri anak sejak dini.

Kini Belajar dengan Metode Terbaik Untuk Anak Bisa di TPQ Online Albata 

waktu terbaik belajar Al-Qur’an tentu perlu disesuaikan dengan anak agar menanamkan cinta anak pada Al-Qur’an bisa semakin dalam untuk anak. Dengan memilih metode yang tepat, memperhatikan gaya belajar anak, dan menciptakan suasana yang menyenangkan, proses mengaji akan menjadi momen penuh makna.

Kami memberikan rekomendasi tempat membaca Al-Qur’an online yang memberikan metode tilawati yang menyenangkan dengan pendekatan montessori. 

TPQ Albata Online menawarkan solusi cerdas bagi pendidikan agama Islam anak usia 3 hingga 13 tahun. Dengan menggunakan metode Fun Learning yang interaktif, anak-anak dapat mempelajari Al-Qur’an dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, semuanya dilakukan dari kenyamanan rumah mereka sendiri. 

TPQ Online Albata membantu orang tua untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak dengan pengajaran terbaik bersama ustadzah profesional. Segera daftarkan putra-putri Anda di TPQ  Albata Online dan saksikan mereka tumbuh menjadi generasi Qurani yang cerdas dan berakhlak mulia. 

Reference 

Intensitas Membaca Al-Qur’an Dan Kecerdasan Spiritual. Diakses 2025. UIN Walisongo Semarang

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *