Kapan Anak Membutuhkan Terapi Wicara? Simak Manfaat, Tujuan dan Kondisi Anak
Perkembangan kemampuan bicara dan bahasa anak merupakan bagian penting dalam tumbuh kembangnya. Namun, tidak semua anak mengalami perkembangan yang sama. Beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan berbicara, jika seperti ini terapi wicara bisa menjadi solusi bagi ayah dan bunda dengan anak yang kesulitan berbicara.
Dalam kondisi seperti ini, terapi wicara dapat menjadi solusi yang efektif untuk membantu anak mencapai potensi komunikasi mereka secara optimal.
Lantas, kapan sebenarnya seorang anak membutuhkan terapi wicara? Apa saja manfaat dan tujuan dari terapi ini? Kondisi anak seperti apa yang memerlukan bantuan dari terapis wicara?
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai terapi wicara pada anak, mulai dari tanda-tanda yang perlu diwaspadai, manfaat yang bisa didapatkan, hingga kondisi anak yang membutuhkan bantuan profesional. Mari kita simak bersama!
Apa Itu Terapi Wicara?
Terapi wicara menurut cleveland clinic adalah metode terapi yang dirancang untuk mengatasi masalah bicara, terutama pada anak-anak. Tujuan utama dari terapi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bicara dan mengekspresikan bahasa pada anak.
Selain bahasa verbal, terapi ini juga berfokus pada pelatihan bentuk bahasa nonverbal. Terapi ini mengembangkan dua aspek utama untuk mencapai hasil yang optimal. Pertama, mengoptimalkan koordinasi mulut untuk menghasilkan suara yang membentuk kata-kata.
Latihan mulut ini adalah tahap yang sangat penting. Tujuannya agar pasien dapat membentuk kalimat dengan lancar, memiliki artikulasi yang jelas, dan menghasilkan volume suara yang cukup. Kedua, mengembangkan pemahaman bahasa dan kemampuan mengekspresikan bahasa.
Kenapa Melakukan Terapi Wicara?
Tujuan utama dari terapi wicara adalah untuk meningkatkan kemampuan bicara dan mengekspresikan bahasa, terutama pada anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.
Namun, terapi wicara sebenarnya tidak hanya ditujukan bagi anak-anak yang mengalami gangguan bicara atau kesulitan dalam memahami bahasa. Terapi ini juga dapat diterapkan untuk membantu mengatasi berbagai kondisi lainnya.
Ada sejumlah gangguan lainnya pada anak yang perlu mendapatkan penanganan dengan menggunakan terapi wicara. Misalnya:
Ketidaklancaran Berbicara
Anak dikatakan tidak lancar berbicara jika dia mengulangi suku kata atau ucapannya terhenti pada huruf-huruf tertentu. Kondisi ini sering disebut sebagai gagap.
Menurut jurnal “Journal of Fluency Disorders”, gagap sering dikaitkan dengan faktor genetika dan neurologi. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan riwayat keluarga gagap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.
Selain itu, studi neuroimaging telah menunjukkan adanya perbedaan aktivitas otak pada individu yang gagap dibandingkan dengan mereka yang tidak gagap.
Gangguan Artikulasi
International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology mencatat bahwa gangguan artikulasi dapat disebabkan oleh faktor struktural (seperti kelainan anatomi mulut), perkembangan (seperti keterlambatan bicara), atau lingkungan (seperti kurangnya stimulasi linguistik)
Terapi wicara diperlukan ketika anak mengalami kesulitan dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata tertentu dengan jelas, sehingga orang lain sering kali tidak mengerti apa yang diucapkannya.
Ketidakjelasan Suara atau Resonansi
Dalam jurnal “Journal of Voice” menyebutkan bahwa gangguan suara atau resonansi dapat disebabkan oleh masalah struktural (seperti celah langit-langit), gangguan neurologis (seperti disfungsi pita suara), atau faktor lingkungan (seperti paparan asap rokok).
Anak yang mengalami gangguan ini biasanya merasa tidak nyaman atau kesakitan saat berbicara. Anak yang memiliki suara atau resonansi yang tidak jelas biasanya berbicara dengan volume yang rendah dan suara yang tidak jelas.
Kapan Harus Melakukan Terapi Wicara?
Untuk mencapai hasil yang optimal, terapi wicara sebaiknya dimulai sedini mungkin. Sebagai contoh, jika bayi Anda telah berusia enam bulan tetapi belum dapat mengucapkan suara vokal, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak.
Begitu juga, jika anak Anda belum bisa mengucapkan satu kata sederhana pun pada usia 12 bulan, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Anda bisa mulai mendeteksi sejak dini dan identifikasi cepat terhadap masalah bicara dan bahasa yang mungkin dialami anak. Deteksi dini memungkinkan intervensi segera yang dapat mengurangi dampak jangka panjang.
Pada usia enam bulan, bayi biasanya mulai mengeluarkan suara vokal sederhana seperti “ah” atau “oh”. Jika bayi tidak mencapai tahap ini, mungkin ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan bicara yang perlu ditangani.
Pada usia 12 bulan, sebagian besar anak sudah mulai mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “dada”. Jika anak belum mencapai tahap ini, evaluasi oleh dokter anak atau terapis wicara sangat penting untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan.
Prosedur Terapi Wicara Untuk Anak

Ada sejumlah prosedur yang perlu Anda lakukan untuk membantu anak menyelesaikan masalah gangguan bicaranya. Salah satunya dengan membawa ke dokter spesialis atau terapis yang membantu menangani sejak awal mengenai gangguan bicara.
Pemeriksaan Awal dan Terapi Wicara
Jika dokter menduga Anda atau anak Anda memiliki gangguan bicara, mereka akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan awal untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.
Pemeriksaan Awal
Misalnya, jika anak mengalami kesulitan berkomunikasi, dokter akan mencoba memastikan apakah masalahnya disebabkan oleh gangguan bicara atau masalah pendengaran. Jika anak lolos tes pendengaran, dokter kemungkinan akan merujuknya ke ahli patologi wicara dan bahasa.
Proses Terapi Wicara
Apa yang terjadi selama terapi wicara bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia dan jenis gangguan bicara yang dimiliki. Untuk anak-anak, terapi biasanya melibatkan permainan, seperti kegiatan pengurutan atau permainan papan yang berbasis bahasa. Sementara itu, untuk orang dewasa, terapi difokuskan pada peningkatan atau pembangunan kembali keahlian tertentu.
Peran Orang Tua dalam Terapi Wicara
Bunda, menurut sebuah penelitian, anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah dan teratur cenderung mengalami perkembangan lebih cepat dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan stimulasi. Hal ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendukung perkembangan bahasa anak sangat penting dan tepat.
Penelitian setelahnya menegaskan pentingnya peran orang tua dalam perkembangan bahasa anak. Selain itu, keterlambatan berbicara dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari anak itu sendiri maupun dari lingkungan sekitarnya, termasuk keluarga.
Berikan Semangat kepada Anak
Dukungan dari ibu sangat berarti bagi anak, bahkan bisa membantu keberhasilannya dalam berbicara. Jadi, temani anak selama terapi wicara, teruslah memberi semangat, dan bersabarlah dengan perkembangan bicara anak.
Terapi wicara sebenarnya juga bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara yang menyenangkan. Contohnya, orang tua dapat menggunakan gambar atau tulisan yang mewakili konsonan tertentu. Kemudian, anak diminta untuk menyebutkan dan mengulangi kembali apa yang dilihatnya.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengajari anak bahasa isyarat. Gunakan bahasa isyarat sambil mengucapkan kata-kata dengan jelas, perlahan, dan konsisten. Konsistensi di sini berarti menggunakan kata yang sama untuk sebuah benda setiap kali menunjukkannya kepada anak.
Tidak Memberikan Bantuan Langsung
Meskipun anak mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab pertanyaan dari terapis atau berbicara, ibu dianjurkan untuk tidak memberikan jawaban. Biarkan anak berusaha sendiri dalam menjawab. Peran ibu adalah untuk menemani dan mendukungnya.
Misalnya, jika ingin mengajarkan kata “baju,” sebutlah kata “baju” setiap kali memegang benda tersebut. Jangan menggunakan kata “pakaian,” meskipun artinya sama.
Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari profesional medis, anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan bicara dapat meningkatkan kemampuan bicara dan komunikasi mereka. Ada sejumlah dukungan dari orang tua untuk membantu mendukung masa terapi wicara anak, antara lain:
Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Agar kesehatan anak tetap terjaga, bawakan camilan sehat dan cukup air putih sebagai bekal selama terapi wicara. Dengan asupan nutrisi yang baik dan cukup air putih, anak dapat belajar berbicara dengan lebih optimal.
Dalam sejumlah jurnal, kebutuhan nutrisi untuk anak tentu penting dalam proses kebutuhan kemajuan selama terapi wicara. Ada berbagai jenis karbohidrat, protein dan mineral yang cocok untuk perkembangan anak.
Berbagai kebutuhan gizi seperti protein, mineral, vitamin dan masih banyak lagi yang diperlukan anak selama masa terapi wicara. Bunda bisa menyiapkan berbagai makanan seimbang untuk membantu kebutuhan si anak.
Nah, itulah, sejumlah prosedur terapi wicara, kapan dan bagaimana peran orang tua dalam membantu meningkatkan kebutuhan nutrisi yang baik selama masa terapi wicara anak.
Reference
Journal on Early Childhood. Diakses pada 2025.Upaya Orang Tua dalam Menangani Anak Usia Dini dengan Speech Delay
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Diakses pada 2025.Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dan Perkembangan Anak
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Speech Therapy?
Reid Health. Diakses pada 2020. Speech therapy tips for parents to use at home
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. The Importance of Material Used in Speech Therapy: Two Case Studies in Minimally Conscious State Patients
International Journal of Medical Information. Diakses pada 2025. Exploring Tele-speech Therapy: A scoping Review of Interventions, Applications, Benefits, and Challenges

