Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Si Kecil Mudah Cemas? Kenali Tanda Kecemasan Pada Anak dan Pencegahannya

kecemasan pada anak
February 11, 2025

Bunda ternyata kecemasan atau anxiety tidak hanya dialami oleh orang dewasa loh. Ana-anak juga berpotensi mengalami kondisi ini. Ada beberapa jenis kecemasan pada anak yang perlu Anda kenali dan waspadai gejalanya. 

Anak kecil biasanya lebih rentan mengalami rasa takut, cemas, terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya. Misalnya, anak-anak akan cenderung mudah takut dengan hewan, serangga, ketinggian dan momen menegangkan lainnya.  

Sementara itu, ketika memasuki masa remaja maka rasa ketakutannya juga semakin bertambah dengan banyaknya kejadian tidak menyenangkan yang bisa saja dialami anak. Maka bunda dan ayah, yuk kenali sejumlah macam-macam kecemasan anak, gejala hingga cara mengatasinya yang tepat. 

Macam-macam Kecemasan Pada Anak 

Sebelum lebih jauh mengetahui macam-macam kecemasan pada anak, maka kenali gejala, penyebab dan ciri yang terlihat saat anak mengalami kecemasan dalam dirinya. 

Kecemasan Umum 

Jenis kecemasan yang pertama disebut kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD). Jika anak mengalami GAD, ia akan merasakan kekhawatiran yang berlebihan terhadap hampir segala hal. Contohnya meliputi peringkat di sekolah, masalah keluarga, hubungan dengan teman-teman, hingga penampilan saat berpakaian.

Anak yang mengalami jenis kecemasan ini cenderung menjadi terlalu perfeksionis dalam berbagai hal. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan mentalnya.

Gangguan Kepanikan

Gangguan panik, atau panic disorder, adalah salah satu jenis gangguan mental yang lebih umum terjadi pada remaja dan memiliki sifat menurun dalam keluarga. Biasanya, dokter atau psikiater akan mendiagnosis jenis kecemasan ini pada anak jika ia pernah mengalami dua kali atau lebih serangan panik (panic attack) yang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Serangan panik bisa terjadi kapan saja, namun biasanya dipicu oleh ketidaksiapan anak dalam menghadapi situasi yang tidak biasa. Sebagai contoh, anak dapat tiba-tiba mengalami kepanikan saat harus tampil di depan umum atau ketika menghadapi situasi yang berbahaya.

Kecemasan saat Berpisah 

Pernahkah anda melihat anak kecil yang merengek dan menangis histeris saat ditinggal ibunya? Hal ini yang dimaksud dengan kecemasan saat berpisah. Anak yang tidak terbiasa dengan lingkungan baru cenderung mudah menangis. 

Meskipun ini adalah hal yang umum terjadi, dalam kasus yang lebih parah, anak mungkin mengalami kondisi yang dikenal sebagai separation anxiety disorder (SAD). Jenis kecemasan ini biasanya terjadi pada anak usia dini, yaitu antara 18 bulan hingga 3 tahun.

Jika anak masih mengalami masalah ini pada usia yang lebih tua, Anda perlu memberikan perhatian yang lebih serius. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan potensi anak. Anak yang mengalami SAD akan sangat kesulitan untuk berpisah dari orangtua atau pengasuhnya.

Kecemasan Sosial 

Berbagai jenis anxiety pada anak juga bisa mempengaruhi kemampuan sosialnya. Ada semacam kecemasan yang dialami anak seperti fobia sosial yang membuat anak memiliki ketakutan akan interaksi sosial. 

Misalnya, ada orang asing yang memanggil namanya, kemudian kesulitan dalam memulai percakapan dengan teman sebaya hingga beramai-ramai. Selain itu, untuk fobia sosial membuat anak malu untuk mengatakan sesuatu. 

Selective Mutism 

Kecemasan yang berikutnya yang dialami si kecil bisa membuat dirinya dalam kondisi takut dan panik. Nah, apabila sudah ada gejala kecemasan yang tidak biasa ini disebut dengan selective mutism

Kecemasan pada anak usia dini membuat anak bisa mengalami gerakan yang tidak normal seperti tidak bergerak, tidak berekspresi hingga menghindari situasi yang tidak menyenangkan. Akibat dari ini anak bisa menjadi menghadapi situasi yang tidak terduga. 

Fobia

Masalah kecemasan ini juga perlu anak menghadapi karena anak memiliki kecemasan dari sebuah objek. Jenis kecemasan misalnya dihadapkan dengan seperti anjing, pesawat terbang, atau yang lainnya. 

Biasanya anak mengalami tipe kecemasan bisa terlihat gelisah, menangis, tantrum, rewel hingga sakit perut. Jika ada gejala yang ditunjukkan anak dengan kondisi tersebut, ayah dan bunda mulai mencari solusi. 

Gejala Kecemasan Pada Anak

Kecemasan pada anak juga memiliki sejumlah gejala yang jarang disadari orang tua. Biasanya anak mengalami beberapa hambatan yang perlu dihadapi dengan tepat. Secara umum ada beberapa gejala yang perlu dilihat. 

Jantung Berdebar-debar

Saat mengalami kecemasan atau panik, jantung bisa berdebar-debar dengan cepat dan kuat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan adrenalin dalam tubuh yang mempersiapkan diri untuk respons “fight or flight.”

Otot Menegang

Ketegangan otot sering kali terjadi sebagai respons terhadap stres. Otot-otot di seluruh tubuh, terutama di leher, bahu, dan punggung, menjadi kaku dan tegang.

Keringat Bercucuran

Tubuh akan menghasilkan lebih banyak keringat saat seseorang merasa cemas atau panik. Keringat ini biasanya terjadi di tangan, wajah, dan bagian tubuh lainnya, sebagai cara tubuh untuk mendinginkan diri.

Tangan dan Kaki Dingin

Akibat aliran darah yang meningkat ke organ vital dan otot-otot besar, tangan dan kaki mungkin terasa dingin saat mengalami kecemasan. Hal ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di area perifer tubuh.

Tubuh Gemetar

Getaran atau gemetaran tubuh adalah respons umum terhadap kecemasan atau panik. Ini bisa terjadi di tangan, kaki, atau bahkan seluruh tubuh, sebagai akibat dari ketegangan otot dan peningkatan aktivitas saraf.

Susah Bernafas, Leher Seperti Tercekik, atau Tersedak

Kesulitan bernapas atau merasa seperti tercekik atau tersedak adalah gejala fisik yang sering menyertai serangan kecemasan atau panik. Bagian kecemasan yang satu ini, terkadang membuat anak menjadi semakin kesulitan beradaptasi dengan lingkungan.  

Cara Mengatasi Kecemasan pada Anak

 

Nah, setelah Anda mengetahui beberapa rasa cemas yang bisa mempengaruhi aktivitas anak sehari-hari. Selanjutnya, Anda perlu memberikan cara alternatif untuk mengatasi kecemasan anak. Berikut sejumlah cara untuk mengatasi kecemasan pada anak yang tepat. 

Grounding 

Grounding bertujuan untuk melatih anak agar lebih fokus mengendalikan diri meskipun sedang mengalami kecemasan. Tujuannya adalah untuk mengatur respons tubuh dan mencegah kecemasan menguasai sistem saraf anak.

Teknik ini melibatkan pengamatan terhadap sensasi, pola perilaku, dan metode menenangkan diri yang dianggap efektif oleh tubuh anak. Ketika merasa cemas, seseorang sering kali merasa kehilangan pijakan dan keseimbangan.

Dengan berfokus pada menenangkan diri saat cemas, anak Anda dapat merasa lebih aman dan mendapatkan kekuatan dari dalam diri.

Teknik Pernapasan 

Teknik pernapasan diketahui dapat meningkatkan fungsi sistem saraf parasimpatis dan membantu menenangkan tubuh serta pikiran dengan melepaskan hormon endorfin. Pelepasan hormon endorfin juga baik bagi anak untuk melepaskan rasa penat dan rasa khawatir dalam dirinya. 

Nah, bunda kecemasan pada anak itu normal dialami. Namun, jika terjadi berbagai gangguan yang tidak normal misalnya keringat berlebih, berdebar dan masih banyak lagi maka perlu adanya pengobatan yang sesuai. Bila perlu bunda juga bisa menyediakan tenaga profesional untuk anak yang mengalami kecemasan berlebih.  

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *