Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Keutamaan Berdoa Bagi Anak: Membiasakan Hal Baik pada Anak Sejak Dini

berdoa bagi anak
October 22, 2025

Ayah dan Bunda, mengajarkan anak untuk berdoa adalah salah satu investasi spiritual terbaik yang bisa kita berikan. Keutamaan berdoa bagi anak menjadi bagian dari cara menanamkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan mereka. 

Dengan membiasakan hal baik pada anak sejak dini, kita mengajarkan mereka tentang ketergantungan hanya pada Allah, menumbuhkan ketenangan hati, dan mengajarkan sikap bersyukur maupun bersabar. Doa adalah jembatan yang menghubungkan hati kecil mereka dengan kekuatan tak terbatas.

Artikel ini hadir untuk memandu Ayah dan Bunda tentang bagaimana menumbuhkan kebiasaan mulia ini. Kita akan mengupas tuntas tips praktis menjadikan doa sebagai rutinitas yang menyenangkan, bukan beban. 

Mulai dari doa bangun tidur hingga sebelum belajar. Diharapkan dengan panduan ini, Anda dapat membentuk anak yang saleh dan terbiasa meminta pertolongan-Nya. Yuk, simak ulasan selengkapnya!

Keutamaan Berdoa dalam Islam

Berdoa adalah inti dari ibadah dan bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Allah. Dalam Islam, doa memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena menunjukkan ketundukan, harapan, dan kepercayaan seorang hamba kepada Allah Azza Wa Jalla. 

Ketika anak dibiasakan berdoa sejak dini, mereka belajar bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan bahwa memohon kepada-Nya adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Doa Adalah Perintah Langsung dari Allah

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Ghafir ayat 60: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Ketika anak memahami bahwa doa adalah perintah langsung dari Allah, mereka akan lebih mudah menjadikannya kebiasaan yang bermakna.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦٠

Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa Adalah Senjata Orang Beriman

Ketika anak dibiasakan berdoa, mereka belajar mengandalkan Allah dalam setiap keadaan, baik saat senang maupun sulit.

Selain itu, dalam surah Al-Baqarah ayat 186, Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” Ayat ini menegaskan bahwa Allah Maha Dekat dan selalu siap mendengar doa hamba-Nya, termasuk doa anak-anak yang tulus.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Doa juga menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan membutuhkan pertolongan dari Allah. Ini menunjukkan bahwa berdoa adalah kewajiban dan bentuk ketundukan yang harus ditanamkan sejak dini.

Doa Menumbuhkan Keimanan dan Akhlak Mulia

Berdoa bukan hanya soal meminta, tetapi juga tentang membangun hubungan spiritual yang kuat. Anak yang terbiasa berdoa akan lebih mudah memahami konsep tawakal, sabar, dan syukur. Mereka belajar bahwa tidak semua keinginan harus segera terpenuhi, dan bahwa Allah mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Anak yang dibiasakan berdoa menunjukkan tingkat empati dan kontrol diri yang lebih baik. Mereka juga lebih mudah mengelola emosi dan menunjukkan perilaku sosial yang positif. Ini membuktikan bahwa berdoa memiliki dampak nyata dalam pembentukan karakter anak.

Cara Melibatkan Anak dalam Terbiasa dalam Berdoa Bagi Anak

Cara melibatkan anak untuk terbiasa dalam berdoa yakni harus membuat anak terbiasa dengan rutinitas berdoa sehari-hari. Hal ini perlu anak lakukan untuk menanamkan bahwa berdoa harus dilakukan kapanpun. 

Membuat Doa Sebagai Bagian dari Rutinitas Harian

Membiasakan anak berdoa bukan hanya soal menghafal kalimat, tetapi tentang membangun kebiasaan spiritual yang menyenangkan dan bermakna. Orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan ini melalui keteladanan, rutinitas, dan pendekatan yang sesuai dengan usia anak.

Mulailah dengan membiasakan anak berdoa sebelum dan sesudah aktivitas harian seperti makan, tidur, belajar, dan bepergian. Gunakan doa-doa pendek yang mudah dihafal dan ucapkan bersama anak dengan penuh semangat. Rutinitas ini membantu anak memahami bahwa setiap aktivitas harus dimulai dengan mengingat Allah.

Anak yang dibiasakan berdoa dalam rutinitas harian menunjukkan peningkatan rasa aman dan keteraturan dalam hidupnya. Mereka juga lebih mudah memahami konsep tanggung jawab dan rasa syukur.

Melibatkan Anak dalam Proses Berdoa

Berikan anak pilihan doa yang sesuai dengan situasi mereka. Misalnya, doa agar mudah belajar, doa perlindungan, atau doa agar sehat. Libatkan anak dalam memilih dan menghafal doa tersebut. Ini membantu anak merasa memiliki kendali dan keterlibatan dalam proses spiritualnya.

Anak yang dilibatkan dalam proses berdoa menunjukkan motivasi spiritual yang lebih tinggi dan lebih konsisten dalam menjalankan ibadah.

Ajarkan anak bahwa doa bukan hanya hafalan, tetapi juga percakapan dengan Allah. Biarkan anak mengungkapkan isi hatinya dalam doa, meskipun dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, “Ya Allah, aku ingin punya teman yang baik.” Sikap ini membentuk hubungan spiritual yang personal dan penuh makna.

Anak yang diajarkan berdoa sebagai bentuk komunikasi menunjukkan peningkatan kelekatan spiritual dan rasa tenang dalam menghadapi tantangan.

Menjadikan Doa Sebagai Sarana Komunikasi dengan Allah

Ajarkan anak bahwa doa bukan hanya hafalan, tetapi juga percakapan dengan Allah. Biarkan anak mengungkapkan isi hatinya dalam doa, meskipun dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, “Ya Allah, aku ingin punya teman yang baik.” Sikap ini membentuk hubungan spiritual yang personal dan penuh makna.

Anak yang diajarkan berdoa sebagai bentuk komunikasi menunjukkan peningkatan kelekatan spiritual dan rasa tenang dalam menghadapi tantangan.

Kesimpulan 

Maka dari itu Bunda, berdoa bagi anak adalah kebiasaan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, keimanan, dan akhlak mulia sejak dini. 

Dalam Islam, doa memiliki kedudukan tinggi sebagai bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Allah. Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis shahih menegaskan bahwa doa adalah perintah, senjata orang beriman, dan sumber kekuatan spiritual yang harus ditanamkan sejak anak masih kecil.

Membiasakan anak berdoa dapat dilakukan melalui rutinitas harian, momen emosional, dan keterlibatan aktif dalam memilih serta memahami makna doa. Ketika anak dibimbing untuk menjadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mereka akan tumbuh dengan kesadaran spiritual yang kuat, lebih mampu mengelola emosi, dan memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. 

Dengan pendekatan yang lembut, konsisten, dan penuh kasih, orang tua dapat menjadikan doa sebagai warisan nilai yang akan membentuk anak menjadi pribadi yang beriman, tangguh, dan penuh harapan.

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *