Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Kenapa Cultural Study Penting Bagi Anak? Begini Metode Pembelajaran Montessori 

cultural study
February 27, 2025

Bunda menjadi hal menarik ketika anak mulai belajar mengenai cultural study. Dalam kurikulum Montessori Cultural Studies seorang anak akan diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai batas tentang dunia dan alam semesta. Untuk anak-anak cultural studies ada lima area yaitu zoology, botany, geography, history dan science. 

Pada pembahasan tersebut, anak akan diajarkan tentang mencintai alam dan makhluk hidup yang ada disekitarnya. 

Metode montessori yang mengenalkan cultural studies pada anak ini membuat anak akan terbiasa dengan banyaknya perubahan lingkungan sekitar yang nantinya sebagai individu, komunitas dan skala besar anak akan mulai memahami perkembangan ilmu di era globalisasi ini. 

Nah, pembelajaran cultural studies bagi anak ini masuk dalam kurikulum metode montessori. Bagi Anda yang tertarik menjadikan anak tidak hanya memahami pembelajaran akademik saja. Mencari sekolah dengan metode montessori bisa jadi pilihan. 

Macam-macam Cultural Study Bagi Anak

Pada pembahasan sebelumnya, anak-anak yang akan belajar terkait cultural study memiliki berbagai macam bidang. Lima aspek ini nanti akan memudahkan anak memahami dan mencintai makhluk hidup sebagai bagian dari perbedaan.

Zoologi

Pembahasan cultural study yang pertama yakni dalam zoologi, anak-anak akan diajak untuk menjelajahi dunia binatang yang begitu dekat dengan kehidupan mereka. Binatang bukanlah hal yang asing bagi anak-anak. Mereka dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis binatang di lingkungan sekitar rumah, seperti kecoa, nyamuk, semut, dan lain-lain. 

Namun, di era digital ini, paparan terhadap gawai juga memengaruhi bagaimana anak-anak mengenal binatang. Selain melihatnya secara langsung, mereka juga seringkali menjumpai binatang dalam bentuk lain, seperti melalui kartun atau animasi. 

Botani

Serupa dengan zoologi, botani mengajak anak-anak untuk memahami konsep tumbuhan yang juga dapat ditemukan di lingkungan sekitar mereka. Melalui botani, anak-anak diharapkan dapat menumbuhkan sikap yang baik terhadap makhluk hidup, termasuk tumbuhan. 

Mereka belajar untuk tidak menyakiti atau merusak tumbuhan, serta memahami bahwa tumbuhan juga merupakan makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang, sama seperti binatang.

Geografi

Selanjutnya, yakni cultural study melalui area geografi, anak-anak akan diajak untuk memahami bahwa bumi ini tidak hanya dihuni oleh mereka dan keluarga mereka. Ada banyak makhluk hidup lain yang juga tinggal di bumi ini. 

Pemahaman ini akan membantu anak-anak untuk mengembangkan rasa saling menghargai dan menyadari pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dengan semua makhluk hidup.

Sejarah

Dalam area sejarah, anak-anak akan diajak untuk mengenal konsep waktu secara bertahap, mulai dari hal yang konkret hingga abstrak, melalui hitungan jam. 

Selain itu, mereka juga akan belajar tentang adanya perubahan waktu yang terkait dengan momen-momen penting dalam kehidupan, seperti kelahiran, kematian, pertama kali masuk sekolah, pindah rumah, dan lain sebagainya.

Sains

Area sains memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk lebih jauh mengenal berbagai fenomena alam, seperti tata surya, cuaca, dan peristiwa gunung berapi. Melalui sains, anak-anak dapat mengembangkan rasa ingin tahu dan pemahaman tentang bagaimana alam semesta bekerja.

Montessori Kenalkan Cultural Study Pada Anak Didik 

Cultural Studies adalah bagian penting dari kurikulum Montessori. Tujuannya adalah untuk membantu anak-anak memahami dunia di sekitar mereka dan tempat mereka di dalamnya. 

Montessori mengajarkan budaya melalui berbagai subjek seperti biologi, geografi, sejarah, botani, zoologi, musik, dan seni seperti lukis dan gerabah yang sesuai dengan kebutuhan anak. 

Subjek-subjek ini diajarkan melalui aktivitas yang melibatkan tangan dan diarahkan oleh anak-anak di area Cultural Studies dalam lingkungan yang telah disiapkan. 

Di dalam kelas Montessori, ada area khusus yang didedikasikan untuk Cultural Studies, yang disebut Cultural Area. Konsep baru dalam Cultural Studies pertama kali diperkenalkan oleh pemandu Montessori dalam bentuk cerita dramatis yang dirancang untuk memicu imajinasi dan minat anak-anak.

Cerita-cerita ini biasanya disertai dengan objek nyata atau pengalaman sensorik untuk membantu anak-anak memahami konsep yang diajarkan. Menariknya, jika kelas montessori yang diterapkan juga menanamkan nilai-nilai islam dalam keseharian, maka ananda tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik namun juga cerita islami seperti sirah nabi. 

Pengenalan Kelas Toddler Albata dan Fasilitasnya Pada Pembelajaran Cultural Study

Bunda, kelas toddler Albata bisa menerima anak dengan usia pra sekolah yakni 1-3. Namun, jika anak dengan usia diatas 3 tahun dan belum ada pengalaman bersekolah sebelumnya, tetap bisa bergabung di Albata. 

Kelas Montessori di Albata menjadi pilihan favorit karena dianggap sangat baik dalam mendukung perkembangan sensorik dan motorik anak, selain juga membantu mereka bersosialisasi. Toddler Class Albata menawarkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 

Di Toddler offline class Albata, lingkungan belajar dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan anak usia dini. Ruang kelas yang luas, dengan kapasitas maksimal sepuluh anak beserta pendamping dan dua orang guru, ditata dengan cermat untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan. 

Berbagai fasilitas, termasuk koleksi buku edukatif dan peralatan Montessori yang lengkap, disediakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

TK Albata menerapkan kurikulum yang kaya dan beragam, memadukan prinsip-prinsip Montessori dengan nilai-nilai Islam. Anak-anak diajak untuk mengenal Tuhan melalui pembelajaran tauhid, belajar tentang etika dan moral Islam, memahami tata cara ibadah, serta mendengarkan kisah-kisah inspiratif dari para nabi dan sahabat.

Mereka juga diperkenalkan dengan huruf-huruf Arab dan dibiasakan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan belajar mengajar diadakan empat kali dalam sebulan, dengan setiap pertemuan berlangsung selama satu minggu. 

Setiap kelas diisi oleh sepuluh anak yang didampingi oleh dua orang guru yang berpengalaman. Selain itu, setiap bulan, anak-anak juga diajak untuk mengikuti kegiatan di luar kelas, mengunjungi tempat-tempat menarik yang edukatif.

Kelas Toddler Albata Hanya Membahas Cultural Studies Dengan Penerapan Nilai Islam 

Bunda, menariknya di kelas toddler Albata pengetahuan mengenai cultural studies tidak hanya disampaikan secara akademik. Namun, anak juga akan mendapatkan pendalaman materi keislaman yang nantinya akan dikaitkan satu sama lain.  

Albata menawarkan pendekatan pendidikan yang unik dengan mengabungkan dan merelevansi materi akademik dengan nilai islam seperti tauhid, akhlak adab hingga fiqih.

Di Albata, pengenalan bahasa, matematika, sensorik dilakukan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan, mengadopsi prinsip-prinsip Montessori untuk membuat pembelajaran lebih aplikatif dan menarik. 

Setiap sesi Circle Time menjadi momen berharga untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini, melalui hafalan ayat-ayat pendek yang dipandu oleh para pendidik yang penuh kasih sayang.

Alat-alat Montessori yang digunakan memiliki tujuan khusus, yaitu untuk mengasah kemampuan indrawi dan gerak anak, mengembangkan koordinasi dan keterampilan motorik mereka dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. 

Selama sesi Montessori Time, anak-anak memiliki kesempatan untuk bermain dan belajar secara mandiri, melatih fokus, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 

Materi Montessori yang diajarkan mencakup berbagai aspek, mulai dari keterampilan praktis hingga pemahaman tentang lingkungan dan budaya yang dijiwai oleh nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.

Anak juga akan dikenalkan dengan konsep tauhid yang benar agar dapat direalisasikan sesuai dengan kebutuhan anak. Cara yang menarik dan mudah dipahami, menghubungkan ajaran tauhid dengan hal-hal yang dekat dengan dunia anak. 

Nilai-nilai etika dan moral diajarkan melalui berbagai materi, mulai dari adab menuntut ilmu hingga adab kepada orang tua, membentuk anak-anak menjadi pribadi yang berkarakter mulia.

Pemahaman tentang tata cara ibadah juga ditanamkan sejak dini, melalui pengenalan fiqih yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kisah-kisah inspiratif dari para nabi dan sahabat disajikan melalui video animasi yang menarik, membuat pembelajaran sirah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Lokasi Kelas Toddler Montessori Albata di Indonesia 

Daerah Alamat 
Surabaya Babatan Indah B9/1, Surabaya Barat Royal Clubhouse, Royal Babatan VII No 25, Surabaya Barat Gayungsari Barat XI GD/13, Surabaya Selatan Jl. Prapanca No 36, Surabaya Barat 
Sidoarjo Jl Kav. DPR III No. 169, Buduran, Sidoarjo 
Bandung Jl. A.Yani No 134-136, Matabar, Lengkong, Bandung 
Jakarta Jl. Taman Cilandak I Blok D No 9, Cilandak, Jakarta Selatan Jl. Pejaten Raya No 3, Ps Minggu, Jakarta Selatan Jl.Uranium No 1, Pertama Hijau, Jakarta Selatan Jl. Pondok Bambu Batas 14, Duren Sawit, Jakarta Timur 
Depok Jl Gema Insani No 59, Baktijaya, Sukmajaya, Depok 
Bogor Jl Sancang No 10, Babatan, Bogor Tengah, Bogor 
Tangerang Selatan Jl Raya Pondok Betung No 46, Pd Aren, Bintaro, Tangsel 
Tangerang Jl. Gading Serpong Boulevard BVA 1, Curug Sangereng, Kec. Klp Dua, Tangerang Golden Tulip Essensial Tangerang, Jalan Jenderal Sudirman Kav 9 Cikkokol, Sukasari, Tangerang 
Bekasi Jl Niaga Raya V12, Kec. Rawalumbu, Kota Bekasi 

Kelas Toddler Montessori Albata Menerapkan Cultural Study dengan Nilai Islam 

Bayangkan anak-anak di sekolah tidak hanya belajar adaptasi dengan lingkungannya, namun juga belajar budaya yang unik dan sesuai dengan perkembangan anak. Hanya di Kelas Toddler Montessori Albata belajar menyenangkan, menghadirkan pengalaman belajar cultural study yang diintegrasikan dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. 

Anak-anak juga akan diajak untuk menjelajahi keindahan alam semesta sambil memahami kebesaran Allah ﷺ serta menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan sesama, serta membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang kuat sejak dini. 

Penasaran dengan informasi selengkapnya? Anda bisa cek di akun instagram @albata.id atau menghubungi admin dengan KLIK DISINI.  

Reference 

Ni Made Sri Laksmi dkk. 2021. Jurnal Pendidikan. Implementasi Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Metode Montessori. Vol. 6, No. 5, Bln Mei, Thn 2021, Hal 827—834

Herviana Muarifah, Pertiwi Kamariah. 2022. Journal of Early Childhood Education. Pendekatan Model Pembelajaran Montessori Pada Pendidikan Anak Usia Dini.  Vol. 3, No. 1, Juni 2022

Ulmadevi dkk. 2024. BUHUTS AL-ATHFAL:Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini. Peran Kurikulum Dalam Perencanaan Pendidikan di Taman Kanan-kanak: Tantangan dan Peluang. Vol. 4 No. 1 Juni 2024

Maria Montessori. 1998. The Secret of Childhood. New Dehli: Longman Private Limited

Maria Montessori. 2012. The Absorbent Mind. United States of America: Start Publishing LCC

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *