Lembaga Pendidikan Montessori Islam

5 Ibadah Sehari-hari untuk Orang Tua yang Ingin Mengurangi Screen Time Anak

ibadah sehari-hari
November 23, 2025

Ayah dan Bunda, tantangan terbesar pengasuhan modern adalah mengatur screen time anak yang seringkali berlebihan. Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi screen time bukanlah dengan melarang secara kaku, melainkan dengan menawarkan alternatif aktivitas yang lebih bermakna dan mengikat. 

Dalam konteks keluarga Muslim, ibadah sehari-hari menjadi pengganti yang sempurna. Kegiatan ibadah yang dilakukan bersama tidak hanya memangkas waktu menatap layar, tetapi juga membangun kedekatan, menanamkan nilai agama, dan memberikan ketenangan emosional pada si kecil.

Artikel ini hadir untuk memandu Ayah dan Bunda mengubah rutinitas agama menjadi waktu berkualitas. Kami telah merangkum lima Ibadah Sehari-hari yang bisa Anda lakukan bersama anak, mengubah gawai menjadi Al-Qur’an dan karpet shalat sebagai pusat perhatian. Yuk, simak ulasan selengkapnya!

5 Ibadah Sehari-hari untuk Mengurangi Screen Time

Di era digital, anak-anak semakin akrab dengan gawai dan layar. Meski teknologi membawa manfaat, penggunaan berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan sosial anak. Salah satu cara bijak untuk mengurangi screen time adalah dengan mengajak anak terlibat dalam ibadah sehari-hari. 

Aktivitas spiritual ini tidak hanya mendekatkan anak pada Allah, tetapi juga memberikan alternatif positif yang menenangkan hati dan menguatkan karakter. Keterlibatan anak dalam ibadah rutin terbukti meningkatkan regulasi emosi dan mengurangi ketergantungan pada hiburan digital.

1. Shalat Berjamaah di Rumah

Mengajak anak shalat berjamaah adalah cara sederhana namun efektif untuk mengurangi screen time. Anak belajar disiplin waktu, fokus, dan kebersamaan dengan keluarga.

Selain itu, shalat berjamaah menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak, karena secara tidak langsung anak-anak akan terbiasa dengan rutinitas belajar setiap harinya. Membiasakan shalat berjamaah membantu anak membangun kebiasaan positif yang konsisten.

2. Membaca Al-Qur’an Bersama

Membaca Al-Qur’an bersama orang tua menjadi alternatif kegiatan yang menenangkan. Anak bisa dilatih membaca surat pendek sesuai kemampuan.

Aktivitas ini tidak hanya mengurangi waktu di depan layar, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Dalam sejumlah penelitian, menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak.

3. Dzikir dan Doa Harian

Mengajarkan anak dzikir dan doa harian, seperti doa sebelum tidur atau doa makan, membantu mereka mengisi waktu dengan aktivitas spiritual.

Dzikir sederhana bisa dilakukan bersama, misalnya mengulang kalimat tasbih atau tahmid. Aktivitas ini menenangkan pikiran anak dan menjadi pengganti hiburan digital yang sering membuat mereka overstimulasi.

4. Sedekah dan Berbagi

Mengajak anak bersedekah, baik berupa uang kecil atau barang, melatih empati dan kepedulian sosial. Anak bisa diajak berbagi makanan dengan tetangga atau menyisihkan uang jajan untuk kotak amal.

Membiasakan anak dengan terlibat pada aktivitas berbagi meningkatkan rasa syukur dan mengurangi perilaku konsumtif yang sering dipicu oleh penggunaan gawai.

5. Belajar Hafalan Doa atau Surat Pendek

Menghafal doa atau surat pendek adalah ibadah sehari-hari yang bisa dilakukan anak dengan cara menyenangkan. Orang tua bisa membuat permainan sederhana, seperti lomba hafalan antar saudara.

Aktivitas ini melatih memori anak sekaligus mengurangi waktu mereka menatap layar. Dengan hafalan, anak merasa memiliki pencapaian spiritual yang membanggakan.

Cara Orang Tua Meningkatkan Minat Ibadah Anak Setiap Hari

Maka dari itu Bunda, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meningkatkan minat ibadah anak. Misalnya, mulai dari membuat jadwal rutin harian keluarga, hal ini bisa menambah semangat anak, sebab dalam beribadah ia memiliki support system yang menjaga keistiqomahan anak. 

1. Jadikan Ibadah sebagai Rutinitas Keluarga

Orang tua perlu menjadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian. Misalnya, shalat berjamaah setelah Maghrib dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama. Pembiasaan ini juga bisa dilakukan dengan membuat anak memiliki jadwal harian ibadahnya masing-masing. 

Rutinitas ini membuat anak terbiasa dan merasa ibadah adalah bagian alami dari kehidupan sehari-hari.

2. Gunakan Pendekatan Menyenangkan

Ibadah tidak harus selalu serius. Orang tua bisa menggunakan pendekatan menyenangkan, seperti berdoa bersama atau membuat permainan hafalan.

Selain itu, membiasakan anak dengan melakukan aktivitas harian ibadah yang seru seperti menggunakan berbagai media bisa membuat anak terinspirasi untuk menghafal dan membaca Al-Qur’an. Mulai dari mengajak anak pembelajaran yang menyenangkan meningkatkan keterlibatan anak dalam aktivitas spiritual.

3. Berikan Teladan Positif

Anak belajar dari contoh. Orang tua yang konsisten beribadah akan menjadi teladan yang kuat. Ketika anak melihat orang tua membaca Al-Qur’an atau berdzikir, mereka akan meniru dengan sendirinya.

Teladan ini lebih efektif dibandingkan sekadar perintah. Anak merasa ibadah adalah bagian dari kehidupan keluarga sebab dia melihat bagaimana orang tuanya selama ini menunjukkan ibadah sehari-hari. 

4. Berikan Apresiasi atas Usaha Anak

Apresiasi sederhana seperti pujian atau pelukan dapat meningkatkan semangat anak. Fokuslah pada usaha, bukan hanya hasil. Misalnya, meski bacaan Al-Qur’an belum lancar, anak tetap diapresiasi karena sudah berusaha.

Apresiasi membuat anak merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk terus beribadah setiap hari. Anda bisa melakukan apresiasi yang sederhana namun bermakna bagi anak. 

5. Melibatkan Anak dalam Kelas Belajar Islami

Mengajak anak ikut kegiatan kelas belajar Islami, seperti kelas mengaji online atau kegiatan lainnya yang bisa menunjang minat anak untuk melakukan ibadah sehari-hari. 

Lingkungan positif ini membuat anak lebih semangat beribadah dan mengurangi ketergantungan pada gawai. Jangan lupa, bahwa keterlibatan anak dalam komunitas Islami meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi spiritual.

Yuk, Temukan Langkah Awal Membiasakan Anak Mengaji  

Mengurangi screen time anak tidak harus dilakukan dengan larangan semata. Orang tua bisa menggantinya dengan aktivitas spiritual berupa ibadah sehari-hari. Shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dzikir, sedekah, dan hafalan doa adalah cara efektif untuk mengisi waktu anak dengan kegiatan bermakna.

Selain itu, orang tua dapat meningkatkan minat ibadah anak dengan menjadikannya rutinitas keluarga, menggunakan pendekatan menyenangkan, memberikan teladan, apresiasi, dan melibatkan anak dalam kegiatan sosial Islami. 

Maka dari itu, TPQ Online Albata hadir sebagai solusi menjaga semangat mengaji Al-Qur’an bagi anak. 

TPQ Albata Online menawarkan kesempatan belajar mengaji anak mulai dari usia 3 hingga 13 tahun. Dengan menggunakan metode Fun Learning yang interaktif, anak-anak dapat mempelajari Al-Qur’an dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. 

Bersama dengan ustadzah profesional, TPQ Online Albata siap untuk menemani anak belajar mengaji sampai bisa. Yuk, segera daftarkan putra-putri Anda di TPQ Teens Albata Online dan saksikan mereka tumbuh menjadi generasi Qurani yang cerdas dan berakhlak mulia. 

Karena kuota terbatas, segera kunjungi tautan dibawah ini untuk informasi lebih lanjut, atau Anda dapat mencari tahu lebih banyak melalui akun Instagram Albata di Albata.id.

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *