Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Belajar Habitat Hewan dan Menanam Tanaman Mangrove Hanya di Field Trip Albata Surabaya

belajar habitat hewan
July 15, 2025

Ayah dan Bunda, mengenalkan anak pada kebesaran ciptaan Allah menanam tanaman mangrove dan belajar habitat hewan bisa menjadi cara menanamkan rasa syukur dan kepedulian bagi anak loh.

Untuk membantu memudahkan menemukan tempat yang memungkinkan si kecil belajar tentang lingkungan dan keanekaragaman hayati, Anda bisa mulai dengan mencari di sekitar wilayah Anda. 

Field trip Albata Surabaya hadir sebagai solusi menarik, menawarkan pengalaman unik untuk belajar habitat hewan dan menanam tanaman mangrove. Kegiatan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam sebagai amanah dari Allah.

Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana field trip ke Albata Surabaya dapat menjadi sarana efektif untuk belajar habitat hewan dan menanam tanaman mangrove. Kita akan membahas berbagai aktivitas interaktif yang disajikan, mulai dari observasi langsung ekosistem, memahami peran mangrove bagi lingkungan, hingga praktik menanam bibit. 

Diharapkan pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab anak terhadap kelestarian alam ciptaan Allah. Yuk, simak ulasan selengkapnya!

Hikmah Mengenal Belajar Habitat Hewan dalam Islam

Dalam Islam, mengenal dan memahami ciptaan Allah bukan hanya bentuk rasa ingin tahu, tetapi juga bagian dari ibadah. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 38 bahwa setiap makhluk di bumi, termasuk hewan, adalah umat seperti manusia yang memiliki cara hidup masing-masing.

Berikut beberapa hikmah mengenal habitat hewan dalam Islam yang bisa diajarkan pada anak-anak:

1. Menumbuhkan Rasa Peduli terhadap Makhluk Hidup 

Ketika anak dikenalkan pada lingkungan dan tempat tinggal hewan sejak kecil, mereka belajar habitat hewan untuk menghargai kehidupan makhluk lain. Mereka memahami bahwa hewan memiliki habitat yang harus dijaga.

Kesadaran ini membentuk sikap peduli dan tidak merusak alam. Anak pun tumbuh dengan empati terhadap makhluk hidup dan lingkungan sekitarnya.

2. Menguatkan Tauhid dan Menumbuhkan Rasa Syukur 

Melihat langsung kehidupan dan belajar habitat hewan di hutan mangrove membuat anak lebih mudah memahami bahwa Allah adalah Sang Pencipta. Mereka merasakan keindahan ciptaan-Nya secara nyata. Meningkatkan rasa syukur ini juga akan menumbuhkan rasa sayang kepada hewan bagaimana sabda Rasulullah. 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seekor unta yang punggungnya menempel dengan perutnya (artinya: kelihatan begitu kurus karena tidak terurus). Beliau bersabda,

اتَّقُوا اللَّهَ فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَارْكَبُوهَا صَالِحَةً وَكُلُوهَا صَالِحَةً

“Bertakwalah kalian kepada Allah pada binatang-binatang ternak yang tak bisa berbicara ini. Tunggangilah ia dengan baik-baik, makanlah pula dengan cara yang baik.” (HR. Abu Daud no. 2548. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Imam Nawawi mengatakan dalam Riyadhus Sholihin bahwa hadits ini shahih).

Rasa takjub ini menumbuhkan keimanan dan rasa syukur dalam hati anak. Mereka belajar bahwa alam adalah tanda kebesaran Allah yang patut direnungkan dan dijaga.

3. Menanamkan Tanggung Jawab sebagai Khalifah di Bumi 

Allah menyebut manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga bumi. Anak diajak memahami bahwa menjaga habitat hewan adalah bagian dari amanah tersebut. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 30. 

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٣٠

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan namaMu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Melalui kegiatan ini, anak belajar bahwa tanggung jawab terhadap alam adalah bagian dari ibadah. Mereka pun tumbuh dengan kesadaran untuk merawat ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab.

4. Membentuk Etika terhadap Sesama Makhluk Hidup 

Dengan mengenal habitat hewan, anak memahami bahwa tidak semua tempat bisa dijamah sembarangan. Mereka belajar menghormati ruang hidup makhluk lain.

Etika ini mengajarkan anak untuk tidak mengganggu atau merusak lingkungan. Mereka tumbuh dengan sikap hormat terhadap makhluk Allah dan batasan yang harus dijaga.

5. Melatih Kesabaran dan Kemampuan Mengamati Alam 

Kegiatan eksplorasi alam mengajarkan anak untuk bersabar dan memperhatikan detail. Mereka belajar bahwa proses alam berjalan perlahan dan perlu dihargai.

Kemampuan observasi ini penting dalam membentuk karakter yang teliti dan penuh rasa ingin tahu. Anak pun belajar bahwa ilmu bisa didapat dari alam sekitar dengan cara yang menyenangkan.

5 Kegiatan Bermakna di Hutan Mangrove Surabaya bersama Albata

Field trip Albata ke Hutan Mangrove Surabaya dirancang dengan pendekatan Islami yang menyatu dengan alam. Anak-anak diajak belajar langsung tentang pentingnya menjaga ciptaan Allah melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna.

Berikut lima kegiatan utama yang dilakukan anak selama field trip, yang menggabungkan pembelajaran ekologis, spiritual, dan sosial secara utuh:

1. Menyusuri Jembatan Kayu dan Mengamati Habitat Hewan

 

Anak-anak berjalan di atas jembatan kayu yang membelah lebatnya hutan mangrove. Sambil berjalan, mereka mengamati kepiting bakau, burung air, dan ikan kecil di habitat aslinya.

Kegiatan ini mengenalkan anak pada konsep ekosistem dan rantai makanan secara alami. Mereka belajar bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran penting dalam keseimbangan alam.

2. Menanam Bibit Mangrove sebagai Bentuk Ibadah Menjaga Bumi

Salah satu kegiatan utama adalah menanam bibit mangrove bersama-sama. Anak diberi penjelasan tentang manfaat pohon mangrove dalam mencegah abrasi dan menjadi tempat tinggal hewan.

Dengan tangan mereka sendiri, anak belajar bahwa menjaga bumi adalah bagian dari amanah sebagai khalifah. Menanam pun menjadi bentuk ibadah yang menyenangkan dan bermanfaat.

3. Mengenal Nama dan Jenis Hewan secara Langsung 

Ustadzah Albata membimbing anak mengenali berbagai hewan yang mereka temui di hutan mangrove. Proses ini memperkaya kosakata dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap makhluk ciptaan Allah.

Melalui pengamatan langsung, anak belajar mencintai ilmu dan menghargai kehidupan hewan. Mereka pun lebih mudah mengingat karena belajar dilakukan secara konkret dan menyenangkan.

4. Tadabbur Alam dan Doa Bersama di Tengah Hutan 

Di tengah suasana hutan yang tenang, anak-anak diajak duduk bersama untuk membaca doa memulai belajar yang dipimpin oleh ustadzah Atiqah dan merenungkan kebesaran Allah. Tadabbur ini menjadi momen spiritual yang menyentuh hati.

Anak belajar bahwa alam adalah tanda kekuasaan Allah yang patut direnungkan. Doa bersama memperkuat ikatan iman dan menjadikan pembelajaran terasa lebih mendalam.

5. Menanam Pohon Mangrove Bersama di Hutan 

 

Sebagai penutup, anak diajak untuk mengetahui cara menanam pohon mangrove yang benar. Dipandu oleh pemandu di hutan mangrove Surabaya, anak-anak belajar mencari tanah yang tepat untuk tanaman dan belajar mengetahui berbagai jenis tanaman selama kegiatan.

Kegiatan ini melatih kreativitas sekaligus menjadi refleksi dari proses belajar mengenai tanaman mangrove. Anak pun belajar menyampaikan pemahaman mereka dengan cara yang menyenangkan.

Membantu Menjaga Ekosistem pada Field Trip Kelas Toddler Albata 

Melalui kegiatan belajar habitat hewan dan penanaman mangrove di field trip Albata Surabaya, anak-anak mendapatkan pengalaman yang utuh antara belajar, tadabbur, dan praktik nyata. Mereka tidak hanya mengetahui hewan-hewan di hutan, tetapi juga memahami peran manusia dalam menjaga ciptaan Allah.

Field trip ini bukan sekadar rekreasi, tetapi bentuk pembelajaran berwawasan ekologis yang bernilai spiritual. Sebuah cara yang sangat efektif untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nilai-nilai Islam sejak usia dini.

Melalui pendekatan Montessori dan Islamic values yang menjadi dasar Albata, setiap proses kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai dalam diri anak. Sebuah pembelajaran menyeluruh yang seharusnya bisa didapatkan oleh setiap anak sejak dini.

Salah satu keunggulan program ini adalah adanya kegiatan field trip yang memperkaya pengalaman belajar anak secara langsung. Melalui field trip, anak diajak mengenal ciptaan Allah, belajar adab di alam terbuka, dan mengembangkan keterampilan sosial serta motorik dengan cara yang menyenangkan. Setiap kegiatan dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan pendekatan montessori islam. 

Jadi tunggu apalagi, segerakan untuk daftarkan buah hati Anda di Kelas Toddler Albata dan berikan pengalaman belajar yang penuh makna sejak dini.

Ikon Search
Yuk Bergabung di Sekolah Islam Albata, Sekolah Terbaik untuk Anak
Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *