Keutamaan Shalat Dhuha Pada Anak yang Bunda Harus Tahu! Simak Ya
Ayah dan Bunda, salah satu rutinitas ibadah yang bisa mulai dibiasakan pada anak yakni shalat dhuha. Salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dan bisa mulai dilakukan di pagi hari sebelum anak-anak beraktifitas. Cari tahu yuk, keutamaan shalat Dhuha bagi anak!
Di waktu dhuha yang penuh berkah, yaitu setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur, banyak sekali kebaikan yang bisa kita ajarkan pada anak melalui shalat ini.
Artikel ini hadir untuk mengupas tuntas mengapa Shalat Dhuha begitu penting diajarkan pada anak dan berbagai keutamaannya. Kita akan membahas bagaimana shalat ini bisa menumbuhkan kemandirian, melatih disiplin, membersihkan jiwa, serta membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidup mereka.
Dengan pemahaman yang baik, diharapkan Ayah dan Bunda dapat membimbing si kecil untuk mencintai Shalat Dhuha dan menjadikannya kebiasaan baik seumur hidup. Yuk, simak ulasan selengkapnya!
Keutamaan Shalat Dhuha Bagi Anak
Shalat dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Bagi orang dewasa, shalat ini dikenal sebagai pembuka rezeki dan penghapus dosa. Namun ternyata, manfaat shalat dhuha juga bisa sangat besar bila mulai dibiasakan sejak anak-anak.
Mengajarkan anak shalat dhuha bukan hanya tentang rutinitas ibadah, tapi juga membentuk karakter spiritual yang kuat sejak dini. Berikut ini beberapa keutamaan shalat dhuha yang bisa menjadi alasan Bunda perlu memperkenalkan amalan ini kepada anak:
1. Membentuk Kedisiplinan Sejak Usia Dini
Keutamaan shalat dhuha memiliki waktu khusus, yaitu setelah matahari terbit hingga menjelang zuhur. Mengajak anak melaksanakannya secara rutin membantu mereka belajar menghargai waktu dan menjalani aktivitas dengan teratur.
Kebiasaan ini menanamkan pemahaman tentang tanggung jawab dan komitmen terhadap ibadah. Anak pun terbiasa mengatur waktu dan menjalankan kewajiban dengan disiplin. Selain itu, shalat dhuha juga bentuk sedekah tubuh kita kepada Allah. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadis berikut.
Dari Abu Dzar, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).
2. Menumbuhkan Rasa Syukur kepada Allah
Shalat dhuha merupakan bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan sejak pagi. Dalam hadist riwayat juga dijelaskan bahwa shalat dhuha membuat seseorang memiliki rasa syukur hingga siang nanti, karena Allah memudahkan urusannya hingga siang nanti.
Dari Nu’aim bin Hammad Al Ghathafani, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dengan membiasakan anak shalat dhuha, Bunda sedang menanamkan kesadaran bahwa segala kebaikan berasal dari Allah. Anak pun tumbuh dengan hati yang bersyukur dan penuh keikhlasan.
3. Mengundang Keberkahan dalam Kegiatan Sehari-hari
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dua rakaat dhuha mencukupi sebagai bentuk sedekah harian. Ini menunjukkan bahwa shalat dhuha adalah amalan ringan namun penuh keberkahan.
Ketika anak memulainya sejak pagi, insyaAllah aktivitas mereka sepanjang hari akan lebih terjaga. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa Allah selalu melindungi dan memberkahi setiap langkahnya.
4. Menumbuhkan Ketenangan dan Fokus dalam Diri Anak
Shalat dhuha mengajarkan anak untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan menenangkan diri. Dalam proses ini, anak belajar untuk lebih khusyuk, sabar, dan tidak tergesa-gesa.
Kebiasaan ini membantu anak mengelola emosinya dengan lebih baik. Mereka menjadi lebih fokus dalam belajar dan lebih tenang saat menghadapi tantangan harian.
5. Menjadi Ladang Amal Jariyah bagi Anak dan Orang Tua
Setiap ibadah yang diajarkan orang tua kepada anak akan menjadi pahala yang terus mengalir. Ketika anak terbiasa melakukan shalat dhuha, kebaikannya akan kembali kepada Bunda dan Ayah sebagai amal jariyah. Sebagaimana dalam hadis dijelaskan bahwa orang-orang yang menunaikan shalat dhuha berarti masuk dalam golongan hamba yang taat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين
“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).
Dalam Islam, mendidik anak dalam kebaikan adalah salah satu warisan terbaik. Maka, membiasakan anak dengan ibadah sejak dini adalah investasi akhirat yang sangat berharga.
5 Cara Membiasakan Shalat Dhuha pada Anak
Menanamkan kebiasaan ibadah seperti shalat dhuha pada anak memang butuh proses dan pendekatan yang menyenangkan. Anak-anak usia dini belajar melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh kasih.
Maka Bunda perlu memilih cara yang sesuai agar shalat dhuha menjadi bagian dari rutinitas anak tanpa paksaan. Berikut lima cara membiasakan shalat dhuha pada anak secara bertahap dan menyenangkan:
1. Memberi Contoh Langsung Lewat Perilaku Sehari-hari
Anak-anak belajar paling efektif melalui pengamatan. Ketika Bunda rutin melaksanakan shalat dhuha di rumah, anak akan melihat dan mulai meniru kebiasaan tersebut secara alami.
Ajak anak untuk ikut serta, meski hanya dengan berwudhu atau membantu merapikan sajadah. Keterlibatan kecil ini bisa menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap ibadah.
2. Jadikan Shalat Dhuha Bagian dari Jadwal Pagi Anak
Setelah sarapan atau sebelum memulai kegiatan belajar, ajak anak melaksanakan shalat dhuha dua rakaat bersama. Buat jadwal ringan agar anak terbiasa melakukannya secara konsisten.
Agar lebih menyenangkan, tambahkan kegiatan seperti membaca doa pagi atau mendengarkan cerita islami setelahnya. Ini akan membuat rutinitas ibadah terasa hangat dan bermakna.
3. Gunakan Cerita Inspiratif sebagai Pendekatan
Anak-anak sangat menyukai cerita, apalagi yang penuh makna. Ceritakan kisah Rasulullah ﷺ atau para sahabat yang rajin mengerjakan shalat dhuha sebagai teladan yang bisa ditiru.
Melalui kisah-kisah ini, anak akan lebih mudah memahami nilai dari ibadah tersebut. Mereka pun terdorong untuk meneladani tokoh-tokoh yang mereka kagumi.
4. Libatkan Anak dalam Persiapan Sebelum Shalat
Ajak anak membantu menyiapkan perlengkapan shalat seperti mengambil sajadah, memilih mukena, atau berwudhu bersama. Kegiatan ini membuat anak merasa terlibat secara emosional.
Dengan dilibatkan secara aktif, anak merasa bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tapi juga momen kebersamaan yang menyenangkan. Ini memperkuat hubungan anak dengan ibadah.
5. Berikan Apresiasi Setelah Anak Menunaikan Shalat
Setelah anak selesai shalat dhuha, berikan pelukan hangat atau ucapan positif seperti “MasyaAllah, anak shalih sudah shalat.” Kalimat sederhana ini sangat berarti bagi anak.
Pujian yang tulus akan membangun rasa bangga dan bahagia dalam diri anak. Semangat untuk beribadah pun tumbuh karena mereka merasa dihargai dan dicintai.
Pilihan Sekolah TK Islam Terbaik untuk Anak Hanya di Albata Saja!
Demikian Bunda, mengenalkan dan membiasakan shalat dhuha sejak dini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui teladan, rutinitas, dan pendekatan kisah islami yang menyentuh membuat anak akan tumbuh dengan kecintaan pada ibadah sejak kecil.
Keutamaan shalat dhuha tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga bisa membentuk karakter positif dan spiritualitas anak jika dikenalkan sejak dini. Nah, salah satu TK islam terbaik di Surabaya yang memberikan kesempatan belajar shalat dhuha, berwudhu dan menghafal Al-Qur’an sesuai dengan sunnah dan Al-Qur’an.
Selain itu, TK Albata menerapkan metode pembelajaran yang unggul, termasuk kurikulum Montessori yang berpusat pada anak, mendorong kreativitas dan kemandirian. Selain itu, TK Albata membekali anak-anak dengan kemampuan trilingual, yaitu penguasaan Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, sebagai bekal menghadapi kemajuan masa depan.
Dalam upaya memperkuat keimanan, TK Albata menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini, mengenalkan keesaan Allah melalui konsep Uluhiyah, Rububiyah, dan Asmaul Husna.
Pembentukan karakter yang beradab dan berakhlak mulia menjadi fokus utama, di mana adab dan akhlak diintegrasikan dalam kegiatan sehari-hari. Anak-anak juga diperkenalkan pada fikih, membantu mereka memahami hukum-hukum dasar Islam dan kewajiban sebagai seorang Muslim.
TK Albata juga menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar melalui pembelajaran tartil, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui program tahfiz. Dengan pendekatan holistik ini, TK Albata berupaya menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat dan karakter yang mulia.
Menariknya, TK Montessori Islami Albata juga menyediakan berbagai fasilitas yang tidak hanya didapatkan untuk anak namun juga untuk orang tua. Berikut sejumlah fasilitas TK Montessori Islam Albata, antara lain Tahsin for Parents, Webinar for Parents, One on one meeting teacher with parents, Discuss Group For teacher and parents, CCTV in Every Class dan 17x Field Trips (Outing).
Selain itu, ada aktivitas keseharian selama TK Islam Montessori Albata mulai dari Opening (pembukaan), Circle Time, Morning Routine (Pray Duha, Tahfidz, Tahsin), Snack Time, Montessori Time / Class Project hingga Closing.
Yuk, memaksimalkan potensi anak Anda sejak dini! Daftarkan buah hati Anda di TK Islam Albata sekarang, dan berikan pengalaman belajar terbaik untuk tumbuh kembang optimal. Untuk informasi selengkapnya cek di akun instagram @albata.id atau menghubungi admin dengan klik button di bawah ini.




