Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Apa Itu Mindfulness Pada Anak? Simak Berikut Cara Menerapkannya Sesuai Nilai Islam

mindfulness pada anak
March 14, 2025

Bunda, pernahkah Anda mengenal tentang mindfulness pada anak? Baru-baru ini, istilah tersebut tengah ramai dibahas. Mindfulness pada anak dalam psikologi berarti konsep untuk meningkatkan fokus. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan mereka tentang mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini. 

Lantas bagaimana Islam melihat mindfulness pada anak? Dalam konteks Islam, mindfulness tidak hanya sekadar kesadaran diri, tetapi juga kesadaran akan kehadiran Allah  dalam setiap aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa poin penting tentang mindfulness dalam Islam. 

Dalam Islam, mindfulness atau kesadaran penuh sering dikaitkan dengan konsep muraqabah, yaitu merasa diawasi oleh Allah ﷻ. Ini berarti selalu menyadari kehadiran Allah dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Mindfulness dalam Islam juga mencakup tadabbur, yaitu merenungkan ciptaan Allah ﷻ dan ayat-ayat Al-Qur’an. Ini membantu seseorang untuk memahami makna hidup dan meningkatkan keimanan.

Selain itu, khusyuk dalam shalat adalah bentuk tertinggi dari mindfulness dalam Islam. Ini berarti hadir sepenuhnya dalam ibadah, menyadari setiap gerakan dan bacaan sebagai bentuk penghormatan kepada Allah.

Bunda dan Ayah dapat membantu Si Kecil mengembangkan mindfulness melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti membiasakan shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir atau permainan yang melibatkan indra.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang apa itu mindfulness pada anak dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan belajar tentang berbagai teknik dan kegiatan yang dapat membantu Si Kecil mengembangkan mindfulness, serta manfaat yang bisa mereka dapatkan dari latihan ini. 

Dengan menerapkan mindfulness, Bunda dan Ayah dapat membantu Si Kecil tumbuh menjadi anak yang lebih tenang, bahagia, dan berempati. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Mindfulness Pada Anak?

Mindfulness adalah sebuah konsep yang mengajarkan seseorang untuk fokus pada momen saat ini dengan penuh kesadaran tanpa terganggu oleh pikiran masa lalu atau masa depan. Dalam konteks anak-anak, mindfulness berarti mengajarkan mereka untuk lebih sadar akan perasaan, pikiran, dan lingkungan sekitar dengan cara yang tenang dan positif. 

Praktik ini membantu anak-anak mengembangkan keterampilan dalam mengelola emosi, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi stres.

Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), mindfulness terbukti efektif dalam membantu anak-anak meningkatkan fokus dan kesejahteraan emosional mereka (Burke 2010[1]

Dengan menerapkan mindfulness, anak-anak dapat belajar bagaimana menghadapi tantangan sehari-hari dengan lebih baik, mengembangkan rasa empati, serta memiliki keseimbangan emosional yang lebih baik. Manfaat mindfulness pada anak sangat beragam, di antaranya:

Meningkatkan Konsentrasi

Dalam era digital ini, anak-anak sering kali terpapar pada berbagai distraksi, seperti gawai, televisi, dan permainan video. Latihan mindfulness membantu mereka melatih kemampuan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu.

Dengan latihan yang teratur, anak-anak belajar untuk mengarahkan kembali fokus mereka ketika pikiran mereka mulai melayang. Hal ini sangat bermanfaat dalam lingkungan sekolah, di mana mereka perlu memperhatikan pelajaran dan tugas-tugas.

Mindfulness melatih otak untuk lebih efisien dalam memproses informasi, sehingga anak-anak dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik dan meningkatkan prestasi akademik mereka.

Mengurangi Kecemasan dan Stres

Anak-anak juga dapat mengalami kecemasan dan stres, baik karena tekanan akademik, masalah sosial, atau perubahan dalam kehidupan keluarga.

Teknik mindfulness, seperti meditasi pernapasan, membantu anak-anak menenangkan pikiran dan tubuh mereka. Dengan fokus pada napas, mereka belajar untuk melepaskan pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan dan merasakan ketenangan.

Mindfulness juga mengajarkan anak-anak untuk menerima perasaan mereka tanpa menghakimi. Ini membantu mereka mengatasi emosi negatif dengan cara yang sehat dan membangun ketahanan mental.

Meningkatkan Kesadaran Diri

Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi, pikiran, dan sensasi fisik diri sendiri.

Melalui latihan mindfulness pada anak, anak-anak belajar untuk mengamati emosi mereka tanpa bereaksi secara impulsif. Mereka menjadi lebih sadar akan pemicu emosi mereka dan belajar bagaimana meresponnya dengan cara yang lebih bijaksana.

Kesadaran diri yang tinggi membantu anak-anak membangun harga diri yang sehat dan mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan diri mereka sendiri dan orang lain.

Mengajarkan Empati dan Kesabaran

Mindfulness pada anak tidak hanya meningkatkan kesadaran diri, tetapi juga kesadaran akan orang lain. Dengan memahami emosi mereka sendiri, anak-anak menjadi lebih mampu memahami dan merasakan emosi orang lain. Ini menumbuhkan empati dan kasih sayang.

Latihan mindfulness pada anak juga melatih kesabaran. Anak-anak belajar untuk menerima momen saat ini tanpa terburu-buru atau merasa frustasi. Ini membantu mereka mengembangkan kesabaran dalam menghadapi tantangan dan membangun hubungan yang lebih harmonis.

Bagaimana Cara Menerapkan Mindfulness Pada Anak?

Tentu saya teknik mindfulness pada anak ini bisa menjadi alternatif bagi anak-anak untuk berfikir positif dan tenang, namun dalam islam mindfulness pada anak tentu dapat diterapkan dengan beribadah shalat khusyuk. Menerapkan mindfulness pada anak tidak harus sulit atau memerlukan waktu lama. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari:

1. Membiasakan Shalat Tepat Waktu 

Islam dengan sempurna memberikan kesempatan pada kita untuk menenangkan jiwa dengan banyak berinteraksi dengan Allah ﷻ. Seperti dalam firman Q.S Ar Rad: 26 

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

alladzîna âmanû wa tathma’innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma’innul-qulûb

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.

Nah, salah satu ibadah yang bisa ananda lakukan untuk menciptakan karakter positif tenang adalah dengan shalat tepat waktu. Membiasakan si kecil shalat membuat anak menjadi pribadi positif yang baik, sabar dan terhindar dari perbuatan cela. 

2. Latihan Pernapasan Sederhana

Ajarkan anak untuk mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Teknik ini membantu anak merasa lebih tenang dan lebih sadar akan tubuh mereka sendiri. Cobalah metode “5-5-5” yaitu menarik napas selama 5 detik, menahan napas selama 5 detik, lalu menghembuskannya selama 5 detik.

2. Melatih Kesadaran Sensori

Anak-anak bisa diajak untuk fokus pada apa yang mereka rasakan, dengar, atau lihat di sekeliling mereka. Misalnya, saat makan, ajak mereka untuk memperhatikan tekstur, rasa, dan aroma makanan dengan seksama.

3. Meditasi Pendek Dengan Membaca Doa dan Berdzikir 

Dalam dunia psikologi, Bunda mengenalnya dengan meditasi. Namun, dalam islam tentu bentuk relaksasi dengan banyak berdzikir. Melakukan kebiasaan berdzikir sebelum tidur dapat membantu anak-anak lebih rileks dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik. 

Bisa dimulai dengan membaca Al-Qur’an satu surah dan kemudian Bunda dan ayah bisa membacakan asbabun nuzul atau arti dari surah tersebut. Bunda juga bisa menambahkan cerita sirah inspiratif sebagai bagian dari pengantar tidur. Jangan lupa mengajak anak untuk membaca doa sebelum tidur. 

4. Mengenali dan Mengelola Emosi

Bantu anak memahami perasaan mereka dengan menanyakan, “Apa yang kamu rasakan sekarang?” serta ajarkan bagaimana cara merespons emosi tersebut dengan positif, seperti menarik napas dalam-dalam saat marah atau berbicara dengan lembut saat merasa sedih.

6. Mengajarkan Syukur dan Kehadiran Saat Ini

Setiap hari sebelum tidur, ajak anak untuk menyebutkan tiga hal yang mereka syukuri hari itu. Cara ini membantu mereka lebih menghargai momen saat ini dan merasa lebih bahagia. Kegiatan ini menjadi salah satu kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari boleh disampaikan secara lisan atau anak diajarkan untuk membuat jurnal sederhana. 

Kesimpulan

Mindfulness pada anak adalah keterampilan penting yang dapat membantu mereka tumbuh dengan lebih tenang, fokus, dan bahagia. Dengan menerapkan teknik-teknik sederhana seperti latihan pernapasan, kesadaran sensori, serta meditasi sebelum tidur, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kesadaran diri yang lebih baik dan mengelola emosinya dengan lebih sehat.

Seperti yang disebutkan dalam penelitian Burke (2010), mindfulness bukan hanya bermanfaat bagi orang dewasa tetapi juga bagi anak-anak dalam meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka. 

Dengan membiasakan mindfulness sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang lebih tenang, penuh empati, dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih baik.

Referensi: Burke, C. A. (2010). Mindfulness-Based Approaches with Children and Adolescents: A Preliminary Review of Current Research in an Emergent Field. Journal of Child and Family Studies, 19(2), 133-144.

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *