Mengenal Speech Delay: Panduan Lengkap untuk Orang Tua
Perkembangan bahasa dan bicara merupakan salah satu hal terpenting dalam tumbuh kembang anak. Namun, terkadang orang tua mendapati bahwa kemampuan bicara anak tidak berkembang sesuai dengan usianya. Kondisi ini dikenal sebagai speech delay atau keterlambatan bicara.
Anak dengan pengidap speech delay mampu mengucapkan kata-kata hanya saja sulit untuk menghubungkan satu sama lain. Kondisi ini kerap kali diabaikan orang tua hingga mendapatkan penangan sebagai hal biasa hilang dengan sendirinya.
Namun, bunda tidak perlu khawatir bahwa speech delay tetap membutuhkan terapi intervensi medis untuk mengatasinya. Simak artikel di bawah ini untuk informasi selengkapnya mengenai speech delay.
Apa Itu Speech Delay?
Speech delay adalah kondisi di mana seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemampuan bicara dan bahasa dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Keterlambatan ini dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari kesulitan dalam mengucapkan kata-kata, memahami bahasa, hingga merangkai kalimat.
Speech delay terjadi ketika anak belum juga mencapai kemampuan berbahasa yang maksimal. Dari segi usia anak sudah bisa dikatakan dapat berbicara, namun anak mengalami keterlambatan yang tidak sama dengan anak seusia lainnya.
Sejumlah parameter yang dapat dikatakan bahwa anak mengalami keterlambatan bicara yakni dengan sejumlah tanda yang dikenal melalui usianya.
Tanda-tanda Speech Delay pada Anak
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa tanda umum yang dapat menjadi indikasi adanya speech delay:
Usia 12 bulan: Tidak ada usaha untuk berbicara atau menunjuk benda. Pada usia ini anak tidak bisa mengatakan 25 kata atau menyebutkan kembali nama-nama dengan benar.
Usia 18 bulan: Belum mampu mengucapkan kata-kata tunggal. Anak memiliki ketidakmampuan untuk mengatakan frasa dua kata atau kombinasi kata benda dan menyebutkannya dengan benar.
Usia 2 tahun: Tidak dapat menggabungkan dua kata menjadi frasa sederhana. Frasa sederhana misalnya ‘rumah sakit’ anak masih kesulitan untuk mengucapkannya dengan benar.
Usia 3 tahun: Sulit memahami instruksi sederhana atau berbicara dengan jelas. Selanjutnya, pada usia ini, anak biasanya memiliki kemampuan mampu berbicara sekitar 200 kata. Namun, untuk kategori speech delay anak masih kesulitan mengatakannya.
Usia 4 tahun: Sering salah dalam menggunakan kata ganti (misalnya, “aku” dan “kamu”) atau membuat kalimat yang tidak terstruktur. Anak juga tidak dapat mengucapkan kata-kata yang sebelumnya dipelajari dengan lengkap dan benar.
Penyebab Speech Delay
Speech delay dapat disebabkan oleh berbagai faktor, Bunda perlu mengenali penyebabnya lebih awal agar dapat diminimalisir lebih baik antara lain:
Gangguan Pendengaran
Anak yang mengalami gangguan pendengaran sejak lahir atau pada usia dini mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa.
Gangguan Perkembangan
Beberapa gangguan perkembangan seperti autisme atau sindrom Down dapat mempengaruhi kemampuan bicara dan bahasa anak.
Masalah dengan Otot Mulut
Anak dengan masalah pada otot-otot yang digunakan untuk berbicara (disartria) mungkin mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata. Kemampuan yang lemah karena adanya masalah otot mulut ini bisa mengakibatkan anak kesulitan berbicara.
Kurangnya Stimulasi
Lingkungan yang kurang mendapatkan dukungan untuk anak menstimulus motorik dirinya misalnya seperti jarang diajak berbicara atau dibacakan buku, dapat menyebabkan keterlambatan bicara.
Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan keterlambatan bicara juga dapat meningkatkan risiko speech delay pada anak. Jika Anda khawatir tentang perkembangan bicara dan bahasa anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau perkembangan anak.
Dokter akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi untuk menentukan apakah anak Anda mengalami speech delay dan mencari tahu penyebabnya.
Masalah Pendengaran
Biasanya anak dengan speech delay juga mengalami masalah pendengaran yang kurang baik. Gangguan pendengaran membuat anak hanya dapat mendengar dengan volume tertentu, hal ini bisa dikarenakan pengaruh infeksi telinga dan bawaan lahir.
Riwayat Keluarga
Anak dengan speech delay juga bisa saja diturunkan dari keluarga. Apabila ada riwayat keluarga yang memiliki berbagai masalah seperti gagap. Diseleksia, terlambat bicara maka memungkinkan speech delay akan lebih besar.
Terlalu Banyak Bermain Gadget
Sejumlah penelitian juga mengungkapkan anak dengan kemampuan bicara yang lemah, bisa dikarenakan terlalu lama bermain gadget dan adanya keterlambatan bicara dibandingkan bermain gadget.
Dampak Speech Delay
Sayangnya bunda, ketika anak mengalami speech delay maka akan menimbulkan kerugian jangka panjang. Anak akan mengalami penurunan pada sejumlah aktivitasnya, antara lain:
Prestasi Akademik yang Buruk
Anak dengan keterlambatan bicara biasanya kurang dalam keterampilan menulis dan sulit dalam proses belajar anak. Sebab, keterampilan yang kurang anak kuasai selama sekolah membuat anak sulit mengikuti kemampuan anak seusianya.
Misalnya sulit dalam menanggapi pertanyaan, mengungkapkan ide, menjawab pertanyaan dan masih banyak lagi. Hal ini tentu berpengaruh pada proses belajarnya yang kurang baik.
Kesulitan Mendapatkan Pekerjaan
Anak dengan gangguan berbicara tentu memiliki masalah dengan lingkungan sekolah dan belajarnya. Maka dari itu, komunikasi yang buruk juga bisa menghambat anak untuk mencapai sejumlah keinginan nya.
Rentan Akan Masalah Psikologis
Kesulitan dalam masalah psikologi juga bisa dikaitkan oleh anak-anak yang sulit dalam berbicara. Sebab menyulitkan mereka untuk menerima informasi, mengikuti pembicaraan dan menanggapi candaan dan temannya.
Cara Mengatasi Speech Delay
Penanganan speech delay akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan keterlambatan. Beberapa intervensi yang mungkin direkomendasikan antara lain:
Terapi Wicara
Terapis wicara akan membantu anak melatih kemampuan bicara dan bahasa mereka melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan. Melatih dengan cara banyak berbicara, komunikasi dan berdiskusi dengan tepat pada anak bisa membantu meningkatkan kemampuan bicara anak secara perlahan.
Stimulasi di Rumah
Orang tua dapat berperan aktif dalam menstimulasi kemampuan bicara dan bahasa anak di rumah dengan sering mengajak anak berbicara, membacakan buku, atau bermain yang nantinya bisa mendukung perkembangan bahasa.
Intervensi Medis
Jika speech delay disebabkan oleh kondisi medis tertentu, dokter mungkin akan merekomendasikan penanganan medis yang sesuai. Jadi orang tua perlu mengetahui sejumlah penyebab yang tepat untuk mengetahui anak memiliki keterlambatan bicara dan penanganan yang sesuai.
Tips untuk Orang Tua
Bagi orang tua tidak perlu khawatir, sebab ada sejumlah cara yang bisa Anda coba untuk menunjang dan membantu meminimalisir kemampuan speech delay pada anak. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu orang tua dalam mendukung perkembangan bicara dan bahasa anak:
Ajak Anak Berbicara Secara Aktif
Libatkan anak dalam percakapan sehari-hari. Ajukan pertanyaan terbuka yang mendorong anak untuk berbicara lebih banyak. Anda perlu memberikan perhatian yang besar dengan gerak-gerik si kecil. Hal ini membuat anak memiliki kemampuan dalam berbahasa yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.
Bacakan Buku Secara Rutin
Membacakan buku adalah cara yang menyenangkan untuk memperkenalkan anak pada kosakata baru dan struktur kalimat yang beragam. Membiasakan membaca buku membuat anak memiliki kebiasaan pengenalan huruf, angka serta objek yang tepat.
Batasi Penggunaan Gadget
Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget dapat menghambat perkembangan bicara dan bahasa anak. Batasi waktu penggunaan gadget dan alihkan perhatian anak pada kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Berikan Dukungan dan Motivasi
Berikan pujian dan dukungan kepada anak setiap kali mereka mencoba berbicara atau berkomunikasi. Ciptakan lingkungan yang positif dan agar anak merasa nyaman untuk belajar dan berkembang.
Maka dari itu, bunda untuk mencegah anak mengalami speech delay, anda perlu memahami sejumlah penyebab agar bisa ditangani dengan baik. Ketika anak memasuki usia dua tahun serta tiga tahun keterlambatan penanganan bisa mencapai 75 persen. Bunda bisa membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan pertama agar bisa diminimalisir.
Jangan tunggu hingga memburuk ya bunda, pastikan untuk memperkaya bacaan dan tidak ragu berkonsultasi pada tenaga profesional.

