Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Cara Mudah Mendidik Anak Bersikap Sederhana

mendidik anak bersikap sederhana
June 3, 2025

Ayah dan Bunda, di tengah arus konsumerisme dan gaya hidup serba ada, mendidik anak bersikap sederhana menjadi tantangan sekaligus kebutuhan yang sangat penting. 

Kesederhanaan bukan berarti kekurangan, melainkan kemampuan untuk menghargai apa yang dimiliki, tidak berlebihan, dan memahami esensi kebahagiaan sejati. Anak yang sederhana cenderung lebih bersyukur, tidak mudah iri, dan memiliki mental yang lebih tangguh. Lantas, bagaimana cara mudah menanamkan nilai luhur ini sejak dini di rumah?

Artikel ini hadir untuk memberikan panduan praktis tentang cara mudah mendidik anak bersikap sederhana. Kami akan membahas berbagai metode yang bisa Ayah dan Bunda terapkan dalam keseharian, mulai dari mengajarkan konsep bersyukur, membedakan keinginan dan kebutuhan, hingga mencontohkan gaya hidup yang tidak berlebihan. 

Dengan konsistensi dan teladan yang baik, diharapkan si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang sederhana, mandiri, dan kaya akan nilai-nilai. Yuk, simak ulasan selengkapnya!

Pentingnya Mendidik Anak Bersikap Sederhana dalam Sehari-hari

Kesederhanaan bukan sekadar membatasi keinginan, tetapi juga mencerminkan kematangan emosional serta kecerdasan spiritual seseorang. Di tengah lingkungan yang semakin konsumtif, mendidik anak untuk hidup sederhana menjadi tantangan sekaligus kebutuhan agar mereka tumbuh dengan nilai-nilai yang membumi dan bertanggung jawab. 

Mendidik anak bersikap sederhana pada anak bisa dimulai dari cara berbicara anak yang rendah hati dan tidak angkuh. Perilaku ini akan menanamkan anak untuk memanfaatkan lingkungan sosial di sekitarnya. Selain mulai dari cara berbicaranya, bisa dengan menumbuhkan karakter lainnya seperti sikap tulus, jujur dan menghindari sikap materialistis. 

Berikut beberapa alasan mengapa sikap sederhana perlu diajarkan kepada anak sejak dini.

1. Membentuk Karakter Rendah Hati

Anak yang terbiasa hidup dengan kesederhanaan akan memiliki sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak mudah membanggakan diri hanya karena memiliki pakaian mahal atau mainan baru, tetapi lebih menghargai kebersamaan dan ketulusan dalam berinteraksi.

Kebiasaan hidup sederhana berhubungan erat dengan sikap rendah hati serta empati sosial pada anak usia sekolah. Pola asuh yang mengutamakan nilai-nilai ini akan membantu anak membangun karakter yang lebih peduli dan tidak berorientasi pada hal-hal materialistik.

2. Menghindarkan Anak dari Sikap Materialistis

Hal utama dalam membantu mendidik anak bersikap sederhana bisa dimulai dari paparan media sosial, iklan, serta pergaulan dapat mendorong anak untuk bersikap konsumtif. Jika mereka tidak dibekali dengan prinsip kesederhanaan sejak kecil, mereka akan terus merasa kurang dan selalu mengejar kepuasan dari hal-hal duniawi.

Dengan mendidik anak agar hidup sederhana, orang tua dapat membantu mereka mengembangkan pemahaman bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang memiliki sesuatu, tetapi tentang menikmati dan menghargai apa yang telah dimiliki tanpa terus mencari lebih.

3. Mengajarkan Nilai Syukur

Kesederhanaan melatih anak untuk bersyukur atas apa yang mereka miliki. Ketika keinginan mereka tidak selalu dituruti, mereka belajar menghargai setiap pemberian serta memahami bahwa kebahagiaan tidak diukur dari jumlah benda yang dimiliki.

Menurut studi dalam International Journal of Child Development, rasa syukur berkaitan erat dengan tingkat kepuasan hidup anak. Anak yang terbiasa bersyukur akan lebih mampu menikmati kehidupannya dengan lebih bahagia dan seimbang secara emosional.

4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Anak yang terbiasa hidup sederhana lebih mudah merasakan dan memahami perasaan orang lain. Mereka tidak akan merasa lebih tinggi dibandingkan anak-anak lain yang memiliki kondisi ekonomi berbeda, sehingga lebih mudah mengembangkan empati serta rasa peduli.

Sikap ini juga mendorong mereka untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial, seperti berbagi dan bergotong royong. Dari kebiasaan kecil ini, anak akan belajar bahwa kebahagiaan sejati datang dari kebaikan yang mereka berikan kepada sesama.

5. Mempersiapkan Anak Menghadapi Dinamika Kehidupan

Hidup tidak selalu berjalan lancar. Ada masa sulit dan ada masa lapang. Mendidik anak untuk bersikap sederhana akan membantu mereka lebih siap secara mental serta emosional dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Anak yang telah terbiasa hidup tanpa bergantung pada kemewahan akan lebih tahan terhadap tekanan serta tidak mudah stres ketika menghadapi keterbatasan. Kesederhanaan menjadi bekal utama bagi mereka dalam menjalani kehidupan dengan ketenangan dan keseimbangan. 

5 Cara Mudah Mendidik Anak Bersikap Sederhana

Mengenalkan kesederhanaan kepada anak tidak harus melalui ceramah panjang atau aturan yang kaku. Orang tua bisa menggunakan pendekatan yang lebih alami dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari agar anak memahami nilai ini dengan baik1.

1. Memberi Contoh Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari

Anak adalah peniru yang sangat baik, sehingga sikap sederhana harus terlebih dahulu ditunjukkan oleh orang tua. Jika orang tua tidak berlebihan dalam membeli barang, selalu bersyukur, dan tidak mudah mengeluh, anak akan meniru tanpa merasa terpaksa.

Saat mereka melihat bahwa kesederhanaan adalah bagian dari kebiasaan keluarga, mereka akan terbiasa menjalani hidup dengan lebih bijak. Kebiasaan ini perlahan membentuk karakter anak yang tidak berorientasi pada kemewahan, tetapi lebih menghargai hal-hal yang benar-benar bernilai.

2. Ajarkan Perbedaan antara Kebutuhan dan Keinginan

Sejak dini, anak perlu memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi. Orang tua bisa mengajarkan mereka bahwa ada hal-hal yang penting untuk kehidupan sehari-hari, seperti makanan sehat dan pakaian yang layak, sementara yang lain bisa ditunda, seperti mainan atau makanan cepat saji.

Gunakan momen saat berbelanja sebagai kesempatan belajar yang menyenangkan. Orang tua bisa mengajak anak berdiskusi tentang barang yang benar-benar dibutuhkan dan mengajak mereka berpikir sebelum meminta sesuatu.

3. Libatkan Anak dalam Kegiatan Sosial

Mengajarkan kesederhanaan bukan hanya tentang membatasi keinginan, tetapi juga mengembangkan kepedulian sosial. Ajak anak untuk berbagi kepada sesama, misalnya dengan menyumbangkan mainan yang masih layak atau mengikuti kegiatan sedekah bersama keluarga.

Pengalaman ini akan membantu anak memahami bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari memiliki barang, tetapi juga dari memberi dan membantu orang lain. Sikap ini akan menumbuhkan empati serta rasa sosial yang kuat dalam diri mereka.

4. Sediakan Waktu untuk Bermain Kreatif Tanpa Materi Mahal

Ada banyak permainan sederhana yang bisa dilakukan tanpa mengandalkan gadget atau mainan mahal. Bermain peran, membuat kerajinan tangan, atau memasak bersama adalah contoh aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Selain melatih kreativitas, kegiatan seperti ini mengajarkan anak bahwa kebahagiaan tidak harus berasal dari sesuatu yang mewah. Mereka akan belajar menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tanpa perlu mengandalkan hal-hal bersifat material.

5. Gunakan Cerita sebagai Media Pembelajaran

Anak-anak menyukai cerita, sehingga kisah dari sahabat Rasulullah bisa menjadi sarana yang efektif dalam mengenalkan kesederhanaan. Lewat cerita, mereka dapat lebih mudah memahami nilai kehidupan tanpa merasa diajari secara langsung.

Gunakan bahasa yang menarik dan menggugah imajinasi anak agar mereka lebih tertarik. Cerita ini akan memudahkan anak memahami sikap sederhana yang dicontoh Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan anak sehari-hari. 

Kesimpulan

Kesederhanaan bukan sekadar pilihan gaya hidup, tetapi adalah bentuk karakter yang mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan. Mendidik anak yang bersikap sederhana adalah investasi jangka panjang yang akan membentuk pribadi tangguh, rendah hati, dan penuh rasa syukur.

Di tengah budaya modern yang menuntut banyak pencapaian materi, anak perlu dibekali nilai-nilai dasar agar tetap membumi. Melalui contoh nyata, komunikasi yang jujur, dan aktivitas sehari-hari, orang tua bisa menanamkan sikap sederhana dalam kehidupan anak tanpa harus merasa berat atau memaksa.

Reference 

  1. Buku Seri Pendidikan Orang Tua: Menanamkan Hidup Sederhana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud). Diakses pada 2025. ↩︎
Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *