Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Tips Mengenalkan Sahur Pertama Kali Pada Anak Lakukan Cara Mudah Ini

mengenalkan sahur
March 6, 2025

Bunda ingin mulai mencoba mengenalkan puasa Ramadhan pada anak? Tentu Anda perlu memilih waktu yang tepat untuk mengajarkan anak-anak tentang ibadah puasa. Salah satu tantangan yang sering dihadapi orang tua adalah mengenalkan sahur pertama kali pada Si Kecil. 

Bangun di waktu subuh untuk makan tentu menjadi pengalaman baru yang mungkin terasa berat bagi anak-anak. 

Namun, dengan pendekatan yang tepat dan penuh kasih sayang, Bunda dan Ayah bisa membuat momen sahur pertama menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak.

Mengenalkan sahur pada anak bukan hanya tentang memberikan makanan bergizi, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan. 

Bunda dan Ayah bisa menjelaskan kepada anak tentang makna sahur, manfaatnya bagi kesehatan, dan pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Selain itu, ciptakan suasana sahur yang hangat dan menyenangkan agar anak merasa bersemangat untuk bangun dan makan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips mudah dan efektif untuk mengenalkan sahur pertama kali pada anak. 

Tips-tips ini dirancang untuk membuat momen sahur menjadi lebih menyenangkan dan tidak memberatkan bagi anak. Dengan pendekatan yang tepat dan penuh kasih sayang, Bunda dan Ayah bisa membantu anak menjalani sahur pertama dengan lancar dan penuh semangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Penjelasan Bulan Puasa dan Pentingnya Sahur pada Anak

Sebelum mengenalkan sahur, penting bagi orang tua untuk menjelaskan makna puasa kepada anak. Puasa dalam Islam disebut shaum, yang berarti menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat beribadah kepada Allah ﷻ.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

ٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ 

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.” (HR. Bukhari No. 8 dan Muslim No. 16)

Orang tua dapat menjelaskan kepada anak bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, meningkatkan rasa syukur, serta mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Dengan pemahaman yang baik, anak akan lebih mudah memahami dan menerima konsep sahur sebagai bagian dari ibadah puasa.

5 Tips Mengenalkan Sahur Pada Anak, Lakukan Cara Mudah Ini!

Mengenalkan sahur kepada anak membutuhkan pendekatan yang menyenangkan agar mereka tidak merasa terbebani. Berikut adalah lima tips yang dapat dilakukan orang tua:

1. Bangunkan Anak dengan Cara yang Lembut dan Menyenangkan

Bangun tidur di waktu dini hari bisa menjadi tantangan bagi anak, terutama jika mereka belum terbiasa. Oleh karena itu, hindari membangunkan anak dengan cara yang kasar atau tiba-tiba. Sebaliknya, gunakan pendekatan yang lembut, seperti mengusap kepalanya, memanggil namanya dengan penuh kasih sayang, atau menyanyikan lagu yang disukai anak.

Selain itu, orang tua juga bisa memberikan alasan yang menyenangkan, misalnya, “Ayo bangun sayang, kita makan sahur bersama seperti Rasulullah. Nanti setelah sahur, bisa lanjut tidur lagi.”

2. Siapkan Makanan Favorit Anak

Agar anak lebih semangat untuk sahur, sediakan makanan favorit mereka. Menu sahur tidak harus selalu berat, tetapi harus mengandung nutrisi yang cukup untuk menunjang energi mereka sepanjang hari. Pastikan sahur mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat agar anak merasa kenyang lebih lama.

Jika anak sulit makan di pagi buta, coba buat makanan dengan tampilan menarik atau libatkan mereka dalam proses menyiapkan makanan sahur.

3. Ciptakan Suasana Sahur yang Menyenangkan

Buatlah momen sahur menjadi waktu yang dinanti-nantikan oleh anak. Misalnya, dengan memasang lagu-lagu Islami, mengajak anak bercanda ringan, atau memberikan hadiah kecil jika mereka berhasil bangun dan makan sahur. Orang tua juga bisa menceritakan kisah-kisah islami inspiratif agar anak semakin termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa.

Mengenalkan sahur pada anak dengan cara ini bisa sangat menyenangkan karena anak bisa terbanyangkan dan mengilustrasikan gambaran ramadhan dan puasa pada anak.

4. Ajarkan Doa Sebelum dan Sesudah Makan

Sahur adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah makan. Membiasakan membaca doa ini akan memudahkan anak mengingat setiap tata cara sahur pertamanya. Bunda bisa perlahan mencontohkan bacaan doa pada anak. 

Berikut adalah doa yang bisa diajarkan:

Doa sebelum makan 

سْمِ ٱللّٰهِ

Bismillah

HR. Bukhari no.5376 dan Muslim no. 2022

Doa setelah makan

 ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ 

Alhamdulillah

Segala puji bagi Allah (HR. Abu Dawud No. 4023, At-Tirmidzi No. 3458)

Mengajarkan doa ini akan membuat anak lebih memahami bahwa sahur bukan hanya sekadar makan, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah ﷻ. Mengenalkan sahur harus dimulai dengan yang paling mendasar yakni doa awal makan.

5. Berikan Apresiasi dan Motivasi

Anak-anak senang mendapatkan pujian dan apresiasi. Jika mereka berhasil bangun sahur dan menjalani puasa, berikan kata-kata semangat seperti, “Masya Allah, anak sholeh/sholehah sudah bisa sahur. Allah pasti bangga sama kamu!”

Selain pujian, orang tua juga bisa memberikan hadiah kecil atau membuat tantangan sederhana, seperti “Siapa yang bisa bangun sahur selama seminggu berturut-turut akan mendapat hadiah spesial.” Hal ini akan membuat anak semakin semangat untuk mengikuti sahur di hari-hari berikutnya.

Jangan lupa, Anda juga bisa memberikan hadiah pertama pada anak yang baru pertama kali melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk apresiasi jika anak telah menyelesaikan kewajibannya. 

Kesimpulan

Mengenalkan sahur pertama kali pada anak membutuhkan kesabaran dan strategi yang tepat. Dengan menjelaskan makna puasa, menciptakan suasana sahur yang menyenangkan, serta memberikan apresiasi, anak akan lebih mudah menerima dan menikmati sahur sebagai bagian dari ibadah Ramadhan.

Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak agar mereka memahami bahwa sahur bukan hanya sekadar makan di waktu dini hari, tetapi juga ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Dengan pendekatan yang baik, sahur bisa menjadi momen berharga yang akan selalu dikenang oleh anak hingga mereka dewasa.

Semoga tips ini bermanfaat dan dapat membantu para orang tua dalam mengenalkan sahur pertama kali pada anak.

Reference 

  1. Rahman, M. (2021). The Psychological and Behavioral Impact of Fasting on Children. Journal of Child Development, 22(3), 78-92.
  2. Hidayat, A. (2022). Islamic Parenting and Religious Education in Early Childhood. Indonesian Journal of Religious Studies, 10(1), 55-70.
  3. Al-Ghazali, I. (2020). The Spiritual Benefits of Fasting in Islam. International Journal of Islamic Studies, 18(2), 45-60.
Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *