Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Mendidik Anak Agar Suka Shalat Sejak Dini: Tips dan Cara Memulainya

shalat sejak dini
March 31, 2025

Shalat adalah rukun Islam yang kedua dan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Menanamkan kebiasaan shalat sejak dini adalah investasi berharga untuk masa depan mereka. 

Dengan terbiasa shalat, anak-anak akan belajar tentang disiplin, ketaatan, dan hubungan yang kuat dengan Allah ﷻ. Sebagai orang tua, kita memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak agar mencintai sholat dan menjalaninya dengan ikhlas.

Namun, mengajarkan shalat sejak dini pada anak bukanlah tugas yang mudah. Anak-anak, terutama yang masih kecil, mungkin kesulitan untuk memahami konsep ibadah dan tata cara shalat yang benar. 

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menggunakan pendekatan yang sabar, lembut, dan menyenangkan. Hindari memaksa anak untuk shalat jika mereka belum siap. Ciptakan suasana yang positif dan ajak mereka untuk belajar shalat sejak dini secara bertahap.

Salah satu cara efektif untuk mengajarkan shalat sejak dini pada anak adalah dengan memberikan contoh nyata. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menunjukkan perilaku yang baik dan rajin shalat di hadapan mereka. 

Ajak mereka untuk shalat berjamaah di rumah atau di masjid, dan berikan pujian ketika mereka berhasil melaksanakan shalat dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang taat beragama dan rajin shalat.

Mengapa Mengajarkan Shalat Sejak Dini Itu Penting?

Shalat adalah kewajiban utama dalam Islam dan merupakan bentuk ibadah yang menghubungkan seorang hamba dengan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ telah menekankan pentingnya mendidik anak shalat sejak usia dini, sebagaimana sabdanya. 

Dari hadits ini, kita memahami bahwa membiasakan anak untuk shalat harus dimulai sedini mungkin, bahkan sebelum usia tujuh tahun. 

Perintah sholat ini sudah tertulis dalam Al-Qur’an di Q.S Al-Isra ayat 78 seperti pada firman dibawah ini 

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا ۝٧٨

aqimish-shalâta lidulûkisy-syamsi ilâ ghasaqil-laili wa qur’ânal-fajr, inna qur’ânal-fajri kâna masy-hûdâ

Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Maka dari itu mengapa sholat begitu penting? Berikut beberapa alasan mengapa mengajarkan shalat sejak dini sangat penting:

  1. Membentuk Karakter Islami
    Anak yang terbiasa shalat sejak kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.
  2. Menanamkan Kebiasaan Baik Seumur Hidup
    Kebiasaan yang diajarkan sejak kecil lebih mudah melekat dalam kehidupan seseorang. Jika shalat sudah menjadi rutinitas harian, maka di usia dewasa, anak tidak akan merasa berat untuk menjalankannya.
  3. Mencegah Lalai dalam Beribadah
    Anak yang sejak dini dibiasakan shalat cenderung lebih bertanggung jawab terhadap ibadahnya dan lebih memahami pentingnya hubungan dengan Allah ﷻ.
  4. Menguatkan Ikatan Keluarga
    Shalat yang dilakukan bersama keluarga, seperti shalat berjamaah, dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak serta membangun lingkungan islami di rumah.

Cara Membuat Anak Suka dan Rajin Shalat dengan Menyenangkan

Setelah mengetahui pentingnya shalat bagi anak, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara mendidik mereka agar shalat menjadi kebiasaan yang mereka cintai.

Bahkan dalam penelitian memaksimalkan cara untuk bisa mengajarkan sholat hal pertama yang perlu dilakukan ialah dengan menjadi contoh yang baik dari orangtua. 

Mengingat anak merupakan cikal bakal yang diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus perjuangan para pendahulunya, maka metode itu yang peniliti rasa paling tepat diterapkan kepada anak usia 5-10 tahun. 

Jika tidak dibiasakan akan cepat lupa dan anak tidak bisa melakukan salat sendiri jika tidak dicontohkan atau tidak ada bimbingan dari orangtuanya. Hal ini didasari atas kemampuan anak tentang konsep dan gambaran pada anak dalam usia 5 – 10 tahun belum terbentuk sempurna, sehingga pendidikan contoh dan pembiasaan menjadi tepat dilaksanakan. (Sopiyan, 2022) 1

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan. 

Jadilah Contoh yang Baik

Anak-anak belajar dengan meniru perilaku orang tua. Jika orang tua rajin shalat dengan ikhlas, anak akan menganggap shalat sebagai hal yang penting. Anda bisa mencoba untuk menerapkan dengan memaksimalkan orang tua selalu shalat tepat waktu di rumah. Anda juga bisa mengajak anak ikut shalat berjamaah di rumah. Lalu, tunjukkan ekspresi khusyuk saat shalat.

Kenalkan Shalat dengan Cara yang Menyenangkan

Anda bisa mengenalkan sholat pada anak dengan cara yang menyenangkan. Hindari kesan shalat sebagai beban. Perkenalkan shalat sejak dini melalui cerita atau permainan. Berikut sejumlah contoh yang bisa mengenalkan dengan cara menyenangkan. 

Misalnya, Anda bisa mulai dengan membacakan kisah nabi yang rajin shalat sebelum tidur. Selanjutnya, bermain peran menjadi imam dan makmum dengan anak. Anda juga bisa menggunakan boneka untuk memperagakan gerakan shalat.

Gunakan Metode Bertahap

Bunda, Anda perlu melakukan perkenalan sholat dengan bertahap. Jangan langsung menuntut anak shalat sejak dini lima waktu. Mulai dari satu atau dua waktu, lalu tingkatkan perlahan.

Contohnya, awalnya, ajak anak shalat Maghrib dan Isya saja. Setelah terbiasa, tambahkan shalat Subuh. Terus tingkatkan hingga anak shalat lima waktu.

Beri Pujian dan Penghargaan

Jangan lupa ketika anak mulai belajar sholat dan membiasakannya, Anda perlu memuji anak-anak senang dipuji. Berikan pujian atau hadiah kecil saat mereka berhasil shalat. Anda bisa ucapkan “Masya Allah, anak pintar sudah shalat!”. Berikan stiker atau bintang setiap kali anak shalat. Sesekali, berikan hadiah kecil seperti buku cerita islami.

Ciptakan Suasana Shalat yang Nyaman

Nah, selain itu, pastikan tempat shalat sejak dini pada anak nyaman dan tenang. Sediakan perlengkapan shalat yang menarik. Jangan lupa, sediakan sajadah dan mukena khusus untuk anak. Anda juga bisa Hias tempat shalat dengan gambar atau kaligrafi. Selain itu, putarkan murottal Al-Qur’an saat shalat.

Libatkan Anak dalam Kegiatan Keislaman

Jangan lupa Bunda, bantu dan ajak anak ikut kegiatan keislaman agar mereka memahami pentingnya shalat sejak dini. Anda bisa mulai dengan melibatkan anak dengan mengajaknya ke masjid. Ajak anak mendengarkan ceramah anak-anak. Selain itu, Ikut kajian anak-anak di lingkungan rumah.

Ajak Anak Berdoa Setelah Shalat

Jangan lupa Bunda, untuk membuat anak terbiasa dengan sholat, Anda bisa mengajak anak berdoa bersama setelah shalat sejak dini untuk menumbuhkan kedekatan dengan Allah ﷻ. Lakukan dan ajak anak untuk berdoa bersama setelah shalat. Ajarkan doa-doa sederhana yang mudah diingat. Ceritakan kisah tentang kekuatan doa.

Beri Pengertian tentang Keutamaan Shalat

Jelaskan pada anak tentang pahala dan manfaat shalat. Anda bisa mulai dengan ceritakan kisah nabi yang selalu menjaga shalat. Lalu Jelaskan bagaimana shalat sejak dini bisa menolong di dunia dan akhirat. Jangan lupa bacakan ayat Al-Qur’an tentang keutamaan shalat.

Gunakan Teknologi sebagai Media Pembelajaran

Manfaatkan teknologi untuk membuat pembelajaran shalat lebih menarik. Anda bisa mulai dengan tonton video animasi tentang tata cara shalat. Lalu gunakan aplikasi belajar shalat interaktif. Anda bisa mencari informasi tentang shalat di situs web islami.

Bersabar dan Jangan Memaksa

Jangan lupa untuk membantu mendidik anak agar suka shalat butuh waktu dan kesabaran. Jangan memarahi anak jika mereka enggan. Anda bisa mulai membicarakan dengan lembut jika anak tidak mau shalat. Cari tahu alasan anak enggan shalat. Berikan pengertian dan motivasi secara perlahan.

Kesimpulan

Mendidik anak agar suka shalat sejak dini adalah investasi besar dalam kehidupan mereka. Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, contoh nyata dari orang tua, serta metode yang menyenangkan, anak-anak akan lebih mudah mencintai dan menjalankan shalat dengan kesadaran sendiri. Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga cara terbaik untuk membentuk karakter islami dalam diri anak.

Sebagai orang tua, kita harus terus berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung anak dalam menjalankan ibadah. Dengan doa dan usaha yang konsisten, insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan shalihah, yang selalu menjaga hubungannya dengan Allah ﷻ.

Sebagai tambahan, beberapa penelitian dalam jurnal keislaman menunjukkan bahwa kebiasaan shalat sejak kecil dapat meningkatkan disiplin dan kontrol diri anak dalam kehidupan sehari-hari (Al-Munir, 2020). Oleh karena itu, mari kita mulai mendidik anak kita dengan penuh kelembutan dan cinta, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang taat dan berakhlak mulia.

Semoga bermanfaat, Bunda! Yuk, mulai ajarkan shalat kepada si kecil dengan penuh kasih sayang! 

Reference  

  1. Muhammad Sopiyana dkk. 2018. Metode Pendidikan Shalat pada Anak Usia  5-10 Tahun dalam Keluarga. Jurnal Pendidikan. Volume 1 No 2 ↩︎
Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *