Lembaga Pendidikan Montessori Islam

Tugas Ayah Hanya Menafkahi? Kenali 5 Peran Ayah untuk Tumbuh Kembang Anak

peran ayah
February 19, 2025

Jika selama ini, peran ayah dalam keluarga seringkali hanya dikaitkan dengan mencari nafkah  maka pernyataan tersebut kurang tepat loh Bunda. Ternyata, peran ayah tidak hanya sebatas itu. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan fisik, mental, dan emosional anak. 

Sayangnya, masih banyak ayah yang belum menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam kehidupan anak. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai peran ayah dalam tumbuh kembang anak. 

Kita juga akan mengulas berbagai aspek penting yang perlu dipahami oleh para ayah, mulai dari pentingnya membangun kedekatan emosional dengan anak, memberikan dukungan dan motivasi, hingga menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. 

Posisi dan Peran Ayah Dalam Keluarga 

Seorang ayah memiliki banyak peran dalam berbagai situasi dan kondisi. Suka atau tidak suka, ayah harus siap menjalankan setiap peran ini dalam 24 jam. 

Kadang ia berperan sebagai anak bagi orang tuanya, sebagai menantu bagi mertuanya, sebagai kakak atau adik bagi saudara kandung dan ipar, serta sebagai teman bagi tetangga atau teman-temannya, baik teman sendiri maupun teman istri.

Namun, yang lebih penting adalah peran ayah sebagai orang tua yang diberi amanah oleh Tuhan untuk mengasuh anak bersama istri. Ini harus disadari oleh setiap ayah, bahwa seorang anak juga memiliki kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi oleh ayah.

Maka dari itu, ayah tentu perlu menumbuhkan sejumlah cara yang bisa dijadikan panduan mengenai kebutuhan dirinya sebagai seorang ayah dalam memberikan dan mengupayakan tumbuh kembang anak. 

Untuk mewujudkan tugas sebagai ayah, setiap anggota keluarga harus menjalankan tanggung jawab sesuai peran masing-masing. Manusia adalah makhluk yang mampu menjalankan berbagai peran karena memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik.

Penting bagi semua pihak untuk menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan dalam menjalankan peran adalah hal utama. Seorang ayah juga memiliki kebutuhan yang, jika dipenuhi, akan membuat perannya sebagai ayah berjalan dengan maksimal.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak 

Nah, mengetahui bahwa semakin banyak dan melebarnya tugas ayah. Maka peran ayah dalam keluarga juga semakin beragam. Berikut ini beberapa kategori peran ayah yang harus dilakukannya menurut Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Ayah Sebagai Pendidik 

Sebagai seorang ayah kehadiran dan keterlibatannya dalam kehidupan anak tentu sangat penting. Islam mengajarkan bahwa peran ayah dalam pendidikan teramat penting untuk menanamkan contoh mengenai pendidikan islam. 

Misalnya, Pendidikan Islam bagi anak laki-laki bertujuan untuk menanamkan pemahaman yang mendalam mengenai adab (budi pekerti), tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an), tahfidz (hafalan Al-Qur’an), dan tauhid (keyakinan akan keesaan Allah ﷻ) 

Maka dari itu, sosok ayah perlu terlibat dalam pengembangan diri anak dan menunjukkan keterlibatan dan dalam hal keterampilan berpikir, mengambil keputusan dan membimbing menuju kedewasaannya.  

Seperti dalam firman Allah ﷻ di Q.S At-Tahrim ayat 6 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâraw wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ’ikatun ghilâdhun syidâdul lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu’marûn

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ( Q.S At-Tahrim ayat 6 ). 

Dalam ayat tersebut, Allah ﷻ menjelaskan bahwa pentingnya pendidikan islam sejak dini yang diajarkan orang tua dapat membawa keluarga kepada ridha Allah ﷻ. 

Ayah sebagai Pemecah Masalah 

Seharusnya, tidak ada jarak emosional antara ayah dan anak. Saat menghadapi masalah bersama ayah, tidak hanya aspek teknis yang diselesaikan, tetapi juga diiringi dengan kasih sayang. Bagi ayah, banyak hal mungkin terlihat sepele dan mudah, tetapi bagi anak, itu bisa menjadi masalah besar. 

Contohnya, memompa ban sepeda atau mengikat tali ayunan di belakang rumah. Semua itu adalah kesempatan bagi ayah untuk mendekati anak dan menanamkan nilai-nilai serta pelajaran kepada mereka.

Ayah sebagai Teman Bermain 

Anak-anak bisa belajar melalui permainan, dan ayah dapat menanamkan banyak nilai serta pelajaran melalui kegiatan bermain bersama mereka. Setidaknya, anak belajar menyukai ayah mereka, belajar mempercayai ayah mereka, dan membangun ikatan emosional positif dengan ayahnya. 

Permainan bersama ayah juga melengkapi aspek fisik anak, karena biasanya ayah cenderung mengajak anak bermain yang melibatkan aktivitas fisik, seperti mengayun, bermain kejar-kejaran, dan sejenisnya. Permainan ini baik untuk membangun otot dan koordinasi fisik anak.

Ayah sebagai Pemandu Prinsip 

Ayah memiliki peran untuk mengajarkan anak tentang perilaku sosial yang diharapkan. Ini membantu anak-anak belajar membedakan antara yang benar dan yang salah, serta memahami konsekuensi dari perilaku mereka. 

Ayah yang memberikan panduan kepada anak-anaknya tidak hanya mempertahankan otoritasnya, tetapi juga menggunakannya secara efektif.

Ayah sebagai Penyedia 

Secara umum, seorang ayah dianggap sebagai penyedia kebutuhan utama bagi keluarga. Ayah menyediakan uang, makanan, tempat tinggal, dan pakaian untuk anak dan keluarganya. Namun, ayah tidak hanya menyediakan kebutuhan materi. 

Ayah juga bisa menjadi penyedia pengasuhan bagi anak-anaknya. Seringkali, para ayah menganggap tugas mereka hanya menyediakan kebutuhan material.

Ayah sebagai Penyiap 

Idealnya, ayah memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak menghadapi tantangan hidup. Misalnya, dengan sering mengajak anak berbincang tentang nilai-nilai dan moral keluarga, serta memberikan contoh perilaku yang pantas. Untuk melakukan ini, seorang ayah tidak perlu menunggu anaknya dewasa.

Resolusi Peran Ayah di Masa Mendatang 

Untuk mengantisipasi dan resolusi membangunkan kesadaran ayah di masa mendatang maka perlu adanya berbagai cara agar ayah bisa mengetahui perannya yang besar dalam pengasuhan. 

Membangun Kesadaran Ayah 

Kita melihat bahwa sosok ayah di sekitar kita sangatlah beragam dan tidak ada yang benar-benar sama antara satu ayah dengan ayah lainnya. Hal ini bisa kita lihat dari ayah kita sendiri, ayah pasangan kita, ayah teman kita, atau bahkan diri kita sendiri atau pasangan kita yang berperan sebagai ayah.

Keberagaman ini menunjukkan bahwa ayah adalah manusia yang sangat unik dengan latar belakang pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman yang berbeda-beda dalam program pengasuhan anak. 

Membangun kesadaran Ayah tentu membutuhkan tiga hal yang bisa membangkitkan betapa ayah sangat berharga bagi keluarga. Ayah sangat berharga karena memiliki value sebagai manusia. 

Ayah juga bermartabat sebab ada peran yang ia emban dan memiliki arti bagi keluarga. Bermanfaat sebab keberadaannya memberikan pengaruh baik bagi seluruh sektor rumah tangga. 

Dengan menjaga ini, ayah akan mengetahui posisinya sebagai ayah dan keberadaannya yang penting dalam sektor rumah. Membangun kesadaran bagi ayah bisa dimulai dari hal kecil dengan mengapresiasi dirinya. 

Memposisikan yang Terbaik 

Terdapat berbagai cara untuk menempatkan ayah agar sesuai dengan harapan kita, sehingga dalam posisinya tersebut ayah dapat menjalankan peran terbaiknya sesuai dengan ekspektasi kita dan kemampuannya.

Oleh karena itu, posisikanlah ayah sebagai sosok yang baik, sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Dengan penghargaan sederhana yang dilakukan ibu kepada ayah, akan membantu ayah menyadari perannya. 

Ibu bisa memberikan kata-kata positif seperti ‘Terima kasih ya ayah sudah mau bantu -bantu urusan rumah tangga, meskipun ayah sibuk tapi ayah masih bisa bantu, trims ya’ atau ‘Ayah terima kasih sudah bantu ibu mengurus anak -anak, ayah memang kepala keluarga yang bertanggung jawab, Ibu bahagia’ dan masih banyak lagi. 

Mengingatkan Peran dan Tanggungjawab

Sama halnya dengan Ibu, ayah pun akan selalu menyadari tugas dan tanggung jawabnya meskipun sudah paham dan terbiasa. 

Untuk menjaga keberlangsungan (konsistensi) agar kualitas hidup kita tetap baik (istiqomah), ayah memerlukan sistem pengingat (reminder) yang dapat berbentuk berbagai macam, seperti suara, simbol, kata-kata, gambar, pertanyaan, dan lain sebagainya.

Pengingat ini akan membantu ayah sadar dengan perannya. Mengingat ini bisa dengan berbagai cara misalnya hal kecil mulai dari aktivitas harian, upayakan untuk memahami situasi dan kondisi ayah dan pertimbangkan suasana hatinya. 

Contohnya, ibu bisa mengingatkan dengan bahasa yang nyaman Ayah sudah selesai makan? bisakan menemani anak kita belajar? Atau Boleh ibu meminta pendapatnya, apa sebenarnya yang membuat para ayah begitu bersemangat ikut terlibat mengasuh anak? 

Putuskan Pola Kebiasaan 

Nah, sayangnya ibu, masih banyak ayah yang terjebak dengan pola dan rutinitasnya yang tidak sesuai dengan perannya. Maka yang bisa dilakukan ayah adalah memutus pola tersebut. 

Langkah awal yang terbaik adalah meningkatkan kesadaran ayah setinggi-tingginya. Dengan kesadaran tersebut, ayah akan memahami masalah hingga ke akar-akarnya, sehingga ia sendiri yang akan memutuskan untuk mengubah pola lama menjadi pola baru yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya sebagai ayah yang hebat.

Ketika seorang ayah telah mencapai tingkat kesadaran tertinggi, ia akan dengan mudah memahami proses untuk menemukan solusi terbaik. 

Dengan kesadarannya tersebut, ia akan mengambil keputusan atas semua pilihan terbaik sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu, dengan mengutamakan kebutuhan yang paling penting dan yang harus segera dilakukan (urgent).

Anda bisa memberikan pujian sederhana untuk suami agar semangat mengubah pola kebiasaannya. Misalnya memujinya dengan sebutan Ayah teladan karena telah ikut menemani ibu ke posyandu dan sebagainya. 

Membangun Kebiasaan Baik 

Kebiasaan baik akan lebih mudah dilakukan ketika sudah memiliki pola, oleh karena itu tugas kita adalah membangun pola tersebut.

Keluarga yang di dalamnya dipenuhi dengan perilaku positif dan selalu diwarnai dengan sikap serta respons yang baik.

Orang tua yang berharga (bernilai) akan memenuhi kebutuhan mereka (pikiran, tubuh, perasaan, dan hati) dengan melakukan aktivitas yang mencerminkan diri mereka sebagai makhluk spiritual yang cerdas.

Gimana bu? Sudah tahu tentang peran ayah dan cara memberikan afirmasi mengenai peran ayah? Nah, dengan mengenal hal tersebut, diharapkan para ayah bisa memiliki waktu untuk mengambil bagian dari pengasuhan anak.

Reference: 

Muhammad Hasbi, dkk. 2020. Letaknya di Tangan Ayah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Tim Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 2017. 2017. Peran Ayah Dalam Pengasuhan.Jakarta: Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 

Child Crisis Arizona. Diakses pada 2025. 5 Important Ways Fathers Impact Child Development

Pediatric Associates. Diakses pada 2025. The Importance of A Father in a Child’s Life

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *