Lembaga Pendidikan Montessori Islam

5 Cara Mendukung Kurikulum Preschool Anak di Rumah dengan Aktivitas Sederhana

kurikulum preschool
December 10, 2025

Ayah dan Bunda, pendidikan anak prasekolah akan maksimal ketika ada sinergi kuat antara sekolah dan rumah. Kurikulum preschool anak tidak boleh berhenti di gerbang sekolah. Dengan mendukung kurikulum anak di rumah, Anda membantu memperkuat konsep yang mereka pelajari, menumbuhkan konsistensi, dan menunjukkan bahwa belajar adalah proses yang berkelanjutan dan menyenangkan. 

Kunci utamanya adalah mengintegrasikan pembelajaran ke dalam rutinitas harian melalui aktivitas sederhana yang memanfaatkan benda-benda rumah tangga, bukan membeli materi mahal.

Artikel ini hadir untuk memandu Ayah dan Bunda menerapkan strategi low-effort namun high-impact. Kami telah merangkum bagaimana kurikulum preschool yang diadaptasi untuk kebutuhan di rumah yang mudah, fokus pada keterampilan pra-membaca, matematika, dan motorik halus. Yuk, simak ulasan selengkapnya!

Tips Mempertimbangkan Kurikulum Preschool bagi Anak

Preschool adalah tahap penting dalam perkembangan anak. Di usia ini, anak mulai dikenalkan pada berbagai aspek pendidikan yang mendukung tumbuh kembang mereka, baik secara kognitif, sosial, maupun spiritual. 

Kurikulum preschool berperan besar dalam membentuk kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting untuk mendukung kurikulum preschool di rumah melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan.

Memahami Kebutuhan Perkembangan Anak

Sebelum memilih kurikulum preschool, orang tua perlu memahami kebutuhan perkembangan anak. Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, baik dari segi motorik, bahasa, maupun sosial. Dengan memahami kebutuhan ini, orang tua bisa menyesuaikan aktivitas di rumah agar mendukung pembelajaran di sekolah.

Stimulasi yang sesuai tahap perkembangan anak membantu mereka lebih cepat menyerap materi. Dengan cara ini, kurikulum preschool tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga diperkuat di rumah.

Menyesuaikan dengan Nilai Keluarga

Kurikulum preschool sebaiknya selaras dengan nilai yang dianut keluarga. Misalnya, keluarga yang menekankan pendidikan Islami bisa memilih kurikulum yang mengintegrasikan tauhid, fiqih, dan adab. Dengan begitu, anak belajar konsisten antara apa yang diajarkan di sekolah dan di rumah.

Konsistensi nilai antara sekolah dan rumah meningkatkan efektivitas pendidikan anak. Dengan cara ini, kurikulum preschool menjadi lebih bermakna karena anak belajar dalam lingkungan yang selaras.

Memperhatikan Keseimbangan Antara Bermain dan Belajar

Anak usia dini belajar paling efektif melalui permainan. Kurikulum preschool yang baik harus seimbang antara bermain dan belajar. Orang tua bisa mendukungnya dengan menyediakan aktivitas kreatif di rumah, seperti menggambar, bernyanyi, atau bermain peran.

Kurikulum berbasis bermain meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Dengan cara ini, anak merasa belajar adalah aktivitas yang menyenangkan, bukan beban.

Melibatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari

Kurikulum preschool tidak hanya tentang materi akademik, tetapi juga keterampilan hidup. Orang tua bisa melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari, seperti membantu menyiapkan makanan, merapikan mainan, atau mencuci tangan sebelum makan. Aktivitas ini melatih kemandirian sekaligus mendukung kurikulum preschool.

Keterampilan hidup yang diajarkan sejak dini membantu anak lebih siap menghadapi tantangan sosial. Dengan cara ini, kurikulum preschool menjadi sarana membentuk karakter anak.

Menjalin Komunikasi dengan Guru

Orang tua perlu menjalin komunikasi dengan guru preschool untuk memahami kurikulum yang diterapkan. Dengan komunikasi yang baik, orang tua bisa menyesuaikan aktivitas di rumah agar selaras dengan program sekolah.

Kolaborasi antara guru dan orang tua meningkatkan efektivitas pembelajaran anak. Dengan cara ini, kurikulum preschool lebih optimal karena didukung dari dua arah.

6 Kurikulum Albata Preschool dan Cara Mencontohnya di Rumah

Nah, Ayah dan Bunda ada beberapa kurikulum di Albata preschool yang mana bisa Anda biasakan di rumah. Dalam preschool Albata, kami memiliki kurikulum tauhid, fiqih, adab, tahsin, dan tartil, sirah yang mana anak-anak bisa belajar pendidikan islam di rumah yang menyenangkan. 

Tauhid

Tauhid adalah dasar pendidikan Islam yang menanamkan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Di rumah, orang tua bisa mencontohkan tauhid dengan mengajak anak berdoa bersama, mengenalkan kalimat syahadat, dan menjelaskan bahwa semua ciptaan berasal dari Allah.

Pendidikan tauhid sejak dini membantu anak tumbuh dengan iman yang kuat. Dengan cara ini, kurikulum preschool berbasis tauhid bisa diperkuat melalui pembiasaan sederhana di rumah.

Fiqih

Fiqih mengajarkan anak tentang tata cara ibadah, seperti wudhu dan shalat. Orang tua bisa mencontohkan fiqih dengan mengajak anak praktek wudhu menggunakan alat peraga sederhana atau shalat berjamaah di rumah.

Pembelajaran fiqih berbasis praktik meningkatkan konsistensi anak dalam beribadah. Dengan cara ini, kurikulum preschool berbasis fiqih lebih mudah dipahami anak.

Adab

Adab adalah pendidikan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua bisa mencontohkan adab dengan mengajarkan anak cara memberi salam, meminta izin, atau mengucapkan terima kasih. Aktivitas ini bisa dilakukan dalam rutinitas harian keluarga.

Pembiasaan adab sejak dini membantu anak lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan sosial. Dengan cara ini, kurikulum preschool berbasis adab menjadi pondasi karakter Islami anak.

Tahsin

Tahsin adalah pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Orang tua bisa mendukung tahsin dengan mengajak anak membaca huruf hijaiyah bersama, menggunakan buku bergambar, atau mendengarkan murottal.

Menunjukkan bahwa tahsin berperan besar dalam meningkatkan keterampilan membaca anak. Dengan cara ini, kurikulum preschool berbasis tahsin bisa diperkuat melalui aktivitas sederhana di rumah.

Tartil

Tartil adalah membaca Al-Qur’an dengan pelan, jelas, dan sesuai tajwid. Orang tua bisa mencontohkan tartil dengan membaca Al-Qur’an bersama anak secara perlahan, lalu menjelaskan makna ayat yang dibaca.

Pembiasaan tartil membantu anak lebih mencintai Al-Qur’an. Dengan cara ini, kurikulum preschool berbasis tartil bisa diterapkan melalui pembiasaan membaca bersama di rumah.

Sirah

Sirah adalah pembelajaran sejarah kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabat. Orang tua bisa mendukung sirah dengan membacakan buku cerita Islami sebelum tidur atau menonton video edukasi Islami bersama anak.

Metode bercerita melalui sirah meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai Islami. Dengan cara ini, kurikulum preschool berbasis sirah lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan kisah nyata.

Dimana Lagi Kurikulum Islami Based Sunnah dan Al-Qur’an Hanya di Preschool Albata! 

Memberikan pendidikan Islam sejak dini ternyata tidak harus menunggu anak masuk TK. Melalui kurikulum Albata yang berisi tauhid, adab, sirah, tahsin, tahfidz, dan fiqih, Ayah dan Bunda sebenarnya bisa mulai mengenalkan semuanya di rumah dengan cara-cara sederhana.

Mulai dari mengajak anak menyebutkan ciptaan Allah, membiasakan salam dan adab sehari-hari, hingga membaca satu ayat pendek sebelum tidur. Pendekatan kecil seperti ini sangat efektif untuk menanamkan kecintaan anak pada Islam sejak usia dini.

Dan jika Ayah dan Bunda ingin proses belajarnya lebih terarah, menyenangkan, dan sesuai usia, Albata siap mendampingi lewat program-program terbaiknya. Dengan kurikulum berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, anak belajar Islam secara lembut, fun learning, dan mudah dipahami bahkan oleh anak usia 1 tahun sekalipun.

Yuk, mulai optimalkan pendidikan Islam untuk si kecil bersama Albata. Informasi lengkapnya bisa dilihat di Instagram @albata.id atau klik link di bawah ini.

Leave A Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *