Merutinkan Bacaan Doa Pendek Bagi Anak: Membiasakan Mengingat Allah
Mengenalkan bacaan doa pendek kepada anak sejak usia dini adalah langkah awal yang sangat baik untuk membiasakan mereka berdzikir kepada Allah ﷻ. Dzikir bukan hanya tentang mengucapkan kalimat-kalimat pujian, tetapi juga tentang mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Dengan merutinkan bacaan doa pendek, anak-anak akan terbiasa untuk selalu mengingat Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang kuat dengan Allah ﷻ.
Doa-doa pendek sangat mudah dihafalkan dan diucapkan oleh anak-anak. Bunda dan Ayah bisa memulai dengan mengajarkan doa-doa yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, seperti doa sebelum makan, doa sebelum tidur, atau doa ketika keluar rumah.
Selain itu, Bunda dan Ayah juga bisa mengajarkan doa-doa yang mengandung pujian kepada Allah ﷻ, seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, atau “Allahu Akbar”. Dengan mengulang-ulang doa-doa ini, anak-anak akan terbiasa untuk berdzikir dan mengingat Allah dalam setiap kesempatan.
Membiasakan anak berdzikir kepada Allah ﷻ sejak dini akan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan mereka. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tenang, sabar, dan bersyukur. Mereka juga akan lebih mudah untuk mengendalikan emosi dan menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
Selain itu, dzikir juga dapat membantu anak-anak untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat mereka. Dengan demikian, merutinkan bacaan doa pendek adalah investasi berharga bagi masa depan Si Kecil. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Mengapa Membiasakan Bacaan Doa Pendek bagi Anak Itu Penting?
Mengenalkan bacaan doa pendek kepada anak sejak dini memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual, emosional, maupun intelektual. Doa adalah bentuk komunikasi dengan Allah, dan dengan membiasakannya sejak kecil, anak akan tumbuh dengan kesadaran bahwa segala sesuatu dalam hidup berasal dari-Nya.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Child and Family Studies (2021), membiasakan anak berdoa dapat meningkatkan kesejahteraan emosional mereka. Anak yang rutin membaca doa cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dan lebih mudah bersyukur atas hal-hal kecil dalam hidup mereka [1]Selain itu, doa juga menjadi sarana pendidikan karakter. Dengan bacaan doa pendek seperti Bismillah sebelum makan atau Alhamdulillah setelah bersin, anak belajar untuk menghargai nikmat dan berterima kasih kepada Allah. Secara psikologis, kebiasaan ini juga membantu membangun sikap positif dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Dari perspektif Islam, doa merupakan amalan yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
“Doa adalah inti ibadah.” (HR. Tirmidzi, No. 3371)
Hadits ini menunjukkan bahwa berdoa bukan sekadar ritual, tetapi merupakan bentuk ibadah yang sangat utama dalam Islam. Oleh karena itu, mengenalkan bacaan doa pendek kepada anak menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun pondasi spiritual mereka.
6 Keutamaan Membiasakan Bacaan Doa Pendek bagi Anak
Nah, bunda pahami jika membiasakan anak dengan berbagai bacaan bisa membantunya untuk membangun kedekatan kepada Allah. Selain itu, anak juga akan terbiasa dengan berbagai rasa syukur yang bisa meningkatkan keimanannya kepada Allah ﷻ. Berikut beberapa keutamaan membiasakan membacakan doa bagi anak.
1. Membangun Hubungan Dekat dengan Allah
Membiasakan doa sejak dini membantu anak memahami bahwa Allah selalu ada untuk mereka. Doa mengajarkan anak bahwa mereka dapat bergantung kepada Allah dalam setiap keadaan, baik saat senang maupun sedih.
Doa yang merupakan bagian dari membangun kedekatan kepada Allah termasuk dalam bagian beribadah. Seperti dalam Q.S Al-Mu’min ayat 60
Meninggalkan doa adalah bentuk menyombongkan diri dari menyembah Allah, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”.
Jelaskan pada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti untuk membiasakan kebiasaan baik untuk selalu berdoa.
2. Mengajarkan Rasa Syukur
Salah satu manfaat utama dari doa adalah mengajarkan anak untuk bersyukur. Dengan membaca doa setelah makan, doa setelah dari kamar mandi dan masih banyak lagi akan mengajarkan anak untuk tidak menganggap remeh nikmat yang mereka terima setiap hari.
3. Membantu Anak Mengatasi Rasa Takut dan Cemas
Beberapa bacaan doa pendek juga bisa mengandung arti untuk memohon perlindungan dari kejahatan, rasa cemas dan masih banyak lagi. Hal ini bisa membantu anak merasa lebih tenang saat menghadapi ketakutan.
Studi dari International Journal of Islamic Thought (2020) menunjukkan bahwa anak yang rutin berdoa memiliki ketahanan mental yang lebih kuat [2]Seperti yang dijelaskan pada sebuah hadist
Doa juga sarana untuk menghindari murka Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَیْهِ
“Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya.”
(HR. Ahmad II/442 no.9699, dan At-Tirmidzi V/456 no.3373, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Dan dihasankan syaikh Al-Albani)
4. Meningkatkan Kedisiplinan dan Konsistensi
Kebiasaan membaca doa sebelum tidur, sebelum makan, dan saat bepergian mengajarkan anak tentang kedisiplinan. Mereka belajar bahwa ada waktu-waktu tertentu di mana mereka harus membaca doa, sehingga membangun kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menanamkan Akhlak yang Baik
Bacaan doa pendek memiliki banyak arti yang baik untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa membantu anak memahami pentingnya mencari ilmu. Ini juga mengajarkan mereka untuk selalu meminta pertolongan kepada Allah dalam setiap urusan, termasuk dalam belajar.
6. Menjadi Bekal dalam Kehidupan Dewasa
Anak yang dibiasakan berdoa sejak kecil akan membawa kebiasaan ini hingga dewasa. Mereka akan lebih mudah mengandalkan Allah dalam setiap aspek kehidupan, menjadikan doa sebagai solusi utama dalam menghadapi kesulitan.
Dalam kebiasaan berdoa ini, anak akan terbiasa untuk mengucapkannya dalam sehari-hari, maka dari itu, pembiasaan ini harus terus dilakukan sebagai bagian dari bentuk bertawakal kepada Allah.
Kumpulan Doa Sederhana yang Bisa Diajarkan ke Anak
Berikut ada beberapa kumpulan doa sederhana yang bisa Bunda ajarkan kepada anak untuk membantu meningkatkan keimanan kepada Allah.
Doa Masuk Kamar Mandi
للَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits
Doa Keluar Kamar Mandi
غُفْرَانَكَ
ghufronaka
Doa Masuk Masjid
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaftahli abwaaba rahmatika
Doa Keluar Masjid
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allahumma inni as-aluka min fadhlika
Doa Bercermin
اللهم كما حسّنت خَلقي فحسّن خُلقي
Alhamdulillaahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii
Doa Mengenakan Pakaian
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ
Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa rozaqonihi min ghoiri hawlin minniy wa laa quwwatin
Kesimpulan
Membiasakan anak mengenal bacaan doa pendek bukan hanya membangun kedekatan mereka dengan Allah, tetapi juga membentuk karakter yang baik. Dengan doa, anak belajar bersyukur, menghadapi ketakutan, dan memahami pentingnya kedisiplinan.
Kebiasaan ini harus dimulai sejak dini agar anak tumbuh dengan kesadaran bahwa setiap aktivitas dalam hidup harus diawali dan diakhiri dengan mengingat Allah.
Dengan memahami keutamaan ini, orang tua diharapkan dapat lebih aktif dalam mengajarkan dan membimbing anak untuk selalu mengingat bacaan doa pendek dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Thabrani, No. 8659)
Mari kita jadikan doa sebagai kebiasaan baik yang terus tertanam dalam diri anak-anak kita, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa dan penuh keberkahan.
Reference
- Namik Kemal. When Parents Press for Achievement: The Relationship between Academic Stress, Insomnia, Adolescent-Parent Relationships, and Life Satisfaction. Journal of Child and Family Studies. Springe Nature. 2021
- Sevdenur Alhattab. International Journal of Islamic Thought. Exploring the Impact of Scientific Advancements on Hadith Commentaries. 2021




